GEDANGAN- 12 hari setelah ditemukan, identitas kerangka manusia di Pantai Batu Bengkung belum terungkap. Pihak kepolisian masih menunggu hasil Visum et Repertum (Ver) dari pihak rumah sakit. Sembari terus mencari informasi lain saat ini.
Kapolsek Gedangan AKP Slamet Subagyo mengatakan, belum mendapatkan penjelasan detail dari hasil Ver kerangka manusia itu. Pihaknya, sudah bersurat kepada Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang selaku yang melakukan Ver. ”Masih belum kami dapati hasilnya,” kata dia
Meski begitu, Polsek Gedangan tidak akan tinggal diam. Akan terus berkoordinasi dengan masyarakat terkait informasi orang hilang. Selain itu, juga berkomunikasi dengan Polsek lain yang dekat dengan pantai selatan Malang.
Subagyo menerangkan, belum ada laporan resmi dari masyarakat yang menyatakan telah kehilangan anggota keluarga. Pihaknya baru mendengar dari pembicaraan masyarakat, bahwa kerangka itu salah satu warga di wilayah hukumnya. ”Jika memang meyakini itu keluarganya, akan kami fasilitasi,” katanya.
Namun, sebelum difasilitasi diperlukan bukti yang valid. Salah satunya, melakukan test DNA terlebih dulu.
Polsek Gedangan juga sedang berkoordinasi dengan jajaran petugas di pantai. Seperti Satpolairud, dan jajaran TNI AL. Dia menduga, ada kemungkinan kerangka manusia itu merupakan korban laka air.
Saat ini, Subagyo belum bisa menentukan ciri-ciri pasti kerangka. Penyebabnya, kerangka itu ditemukan tanpa pakaian maupun tanda pengenal. ”Hanya daging manusia yang sudah mengeras masih menempel di sebagian tulang,” tuturnya.
Harapannya, untuk masyarakat jangan ragu melaporkan ke Polsek Gedengan saat kehilangan anggota keluarga dalam beberapa minggu lalu. Pihaknya akan membantu prosesnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya. Warga Desa Gajahrejo digegerkan dengan temuan kerangka manusia di Pantai Batu Bengkung. Kerangka itu ditemukan pada Rabu (23/7) lalu pukul 18.00.
Kerangka itu ditemukan warga yang sedang mencari pakan ternak di dekat pantai. Saat sedang beraktivitas, ia mencium bau busuk menyengat. Penasaran, dirinya mencari sumber bau sampai ke bibir pantai. (yad/gp)
Editor : A. Nugroho