BANTUR – Proyek perbaikan dan pelebaran jalan di Jalur Gondanglegi-Balekambang terhambat pembebasan lahan. Hingga kini baru 66 persen lahan yang sudah dibebaskan. Oleh karena itu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) dan Pemkab Malang harus mengebut proses pembebasan lahan.
Seperti diberitakan, revitalisasi jalan sepanjang 30,485 kilometer dimulai sejak Oktober 2024 lalu. Pengerjaannya dibagi menjadi dua trase, yakni lot 16 A (Gondanglegi-Wonokerto) dan lot 16 B (Wonokerto-Balekambang). Proyek tersebut diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp 339 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung Mei 2026 depan.
Humas B2PJN Jatim-Bali Achsan Asjhari mengatakan, progres pembebasan lahan sudah mencapai 66,6 persen, alias telah terbebas 551 petak. “Artinya tersisa 33,4 persen alias 276 bidang tanah lagi untuk dibebaskan,” terang dia kemarin (5/8).
Disinggung soal lokasi-lokasi lahan tersebut, Achsan menyebut bahwa yang belum beres ada di kawasan lot A. Yakni jalur Gondanglegi sampai Wonokerto, Bantur. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Pemkab Malang untuk segera mempercepat prosesnya.
Di sisi lain, untuk progres rehabilitasi jalan tersebut sudah lebih dari 20 persen. Per 3 Agustus lalu, pekerjaan Lot 16 A sudah mencapai 20,58 persen, sementara Lot 16B 23,66 persen. “Yang sudah dilakukan adalah pembuatan saluran u-ditch, pemasangan batu, galian pelebaran, dan pemasangan aspal AC-BC pelebaran,” sebut Achsan.
Beriringan dengan itu, pihaknya juga akan melakukan pembongkaran empat jembatan. Yakni jembatan Ngagel, Bantur, Bledokan, dan Srigonco. Camat Bantur Bayu Jatmiko mengatakan, rencananya pembongkaran dan pembangunan ulang jembatan akan dilaksanakan pada September depan. “Itu satu paket juga dengan pembenahan satu titik jalan yang longsor tahun lalu. Posisinya ada di selatan SPBU Bantur,” sebut dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho