PONCOKUSUMO – Puncak kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo terjadi pada Juli lalu. Berdasar Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), jumlah kunjungan wisatawan selama Juli mencapai 108.144 wisatawan. Angka tersebut lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya (selengkapnya baca grafis)
Untuk diketahui, ada tiga gerbang masuk ke kawasan Bromo. Pertama dari Jemplang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Gerbang kedua di Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dan gerbang ketiga di Cemorolawang, Probolinggo.
Terhitung Januari hingga Juli lalu, total kunjungan wisatawan Bromo 435.912 orang. “Meningkat dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama, jumlah pengunjung tahun lalu berkisar 295.761 wisatawan,” ujar Staff Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama kemarin (11/8).
Wahyutama menyampaikan faktor yang memicu melonjaknya kunjungan wisatawan pada Juli lalu. Menurut dia, wisatawan beramai-ramai mengunjungi bromo lantaran bertepatan musim libur sekolah. “Musim libur sekolah mulai 1 - 13 Juli lalu. Terpantau memang cukup banyak yang datang saat itu,” terangnya.
Informasi yang dia peroleh, musim libur sekolah dimanfaatkan siswa untuk berwisata, salah satunya ke Gunung Bromo. Dengan kata lain, lonjakan jumlah kunjungan wisatawan lantaran ada penambahan pengunjung dari kalangan pelajar.
Selain faktor musim libur sekolah, Wahyutama juga menyebut faktor lainnya. ”Cuaca di Bromo selama Juli cenderung bersahabat dengan banyak hari yang cerah,” kata dia.
Dia menegaskan, ratusan ribu wisatawan tersebut tidak hanya masuk dari pintu jemplang, Poncokusumo. Melainkan juga dari dua pintu lain, yakni Pasuruan dan Probolinggo. ”Jumlah wisatawan Bromo yang masuk lewat Jemplang tercatat menyumbangkan angka terbesar kedua setelah Cemorolawang di Probolinggo,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyutama juga mengungkap jumlah kunjungan paling sedikit, yakni Maret. Berdasar data BB TNBTS, jumlah kunjungan wisatawan pada Maret hanya 7.105 jiwa. Sedangkan bulan-bulan lainnya di atas 50 ribu jiwa. ”Pengunjung bulan Maret sedikit karena banyak bertepatan dengan puasa Ramadan,” katanya. Dia mengatakan, pengunjung mulai meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada April lalu.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho