INTERNASIONAL - Pemerintah Spanyol baru saja menyetujui rancangan undang-undang penting yang akan memperluas larangan merokok dan penggunaan rokok elektronik di sejumlah area publik. Keputusan ini menegaskan niat menjaga udara tetap bersih dan melindungi kesehatan masyarakat.
Penggunaan rokok vape, kantong nikotin, shisha, dan alat pemanas tembakau kini akan diperlakukan sama seperti rokok konvensional. Aktivitas ini akan dilarang di berbagai tempat, termasuk teras bar dan restoran, stadion, halte bus, area bermain anak, pusat olahraga, dan ruang pendidikan.
Pemerintah juga akan menghentikan penjualan rokok sekali pakai dan memperketat larangan iklan serta sponsor produk tembakau.
Menteri Kesehatan Mónica García Gómez menyampaikan bahwa langkah ini penting agar Spanyol kembali menjadi pemimpin dalam upaya antirokok di Eropa.
Angka kematian akibat penyakit terkait rokok mencapai sekitar 50.000 per tahun. Selain menyasar rokok tradisional, undang-undang baru ini fokus mengatur produk-produk modern yang popular, terutama di kalangan generasi muda.
Meski demikian, rancangan undang-undang ini tidak mencakup pengenalan kemasan polos untuk rokok maupun kenaikan harga, yang sempat menjadi usulan namun akhirnya dibatalkan karena perbedaan pendapat dalam pemerintahan koalisi.
Kelompok antirokok pun berharap ketidakhadiran regulasi kemasan polos tidak mengganggu efektivitas kampanye kesehatan publik.
Contoh serupa sebelumnya di Prancis telah mengeluarkan larangan merokok di tempat terbuka seperti pantai. RUU di Spanyol kini menunggu proses lebih lanjut di parlemen sebelum resmi diberlakukan. (cj)
Editor : A. Nugroho