RADAR MALANG - Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang dikenal lugas, kini resmi menjabat Menteri Keuangan Indonesia menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Diangkat Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin, penunjukan ini paling mencuri perhatian karena Purbaya sebelumnya mengejutkan publik dengan komentarnya yang menantang prakiraan IMF soal pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Purbaya menyatakan bahwa target pemerintahan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen bukan hal yang mustahil. Ia menekankan pentingnya mempercepat program pemerintah dan mendorong peran sektor swasta sebagai salah satu strategi utama.
Pasar merespons penunjukan ini dengan reaksi yang hati-hati. Indeks saham Jakarta turun sekitar 1,8 persen dan rupiah melemah hampir satu persen, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan pelonggaran disiplin fiskal.
Sebelum menjabat sebagai menteri, Purbaya aktif dalam berbagai posisi pemerintahan sejak 2010 dan terakhir memimpin Lembaga Penjamin Simpanan hingga tahun 2025. Meski berpengalaman, banyak analis yang berhati-hati menyoroti kurangnya jejak panjang dalam mengelola kebijakan fiskal secara luas.
Mereka menekankan betapa pentingnya peran Sri Mulyani dalam menjaga kredibilitas fiskal Indonesia selama krisis global, kepergiannya mengguncang kepercayaan investor.
Purbaya sendiri berjanji akan tetap menjaga batas defisit anggaran di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto, memastikan kebijakan fiskal yang prudent tetap dijalankan meskipun fokus bergeser ke pertumbuhan ekonomi.
Riwayat Pendidikan: Purbaya Yudhi Sadewa
Sarjana (ST): Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Master of Science (MSc): Universitas Purdue, Amerika Serikat
(cj)
Editor : A. Nugroho