MALANG KOTA - Bantuan pembangunan drainase kembali didapatkan Pemkot Malang. Kali ini nilainya fantastis. Mencapai Rp 145 miliar. Anggaran sebanyak itu diplot untuk pengerjaan di dua titik. Yang pertama di Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar, Kecamatan Klojen.
Titik berikutnya di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Blimbing. Proses lelang akan dimulai bulan Oktober mendatang. Proses pengerjaannya diperkirakan bakal dimulai Januari 2026. Seperti banyak diketahui, Pemkot Malang mendapat bantuan penanganan banjir di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat).
Dananya berasal dari Pemprov Jawa Timur. Nilai proyek tersebut sebesar Rp 32 miliar dan mulai dikerjakan bulan ini.
Untuk bantuan senilai Rp 145 miliar yang terbaru berasal dari Bank Dunia atau World Bank. Proyek itu merupakan bagian dari program nasional pengendalian banjir, atau National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Pada bulan Juli lalu, perwakilan Bank Dunia dan pemerintah pusat telah melakukan survei di Kota Malang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, dua lokasi tersebut dipilih berdasar skala prioritas penanganan banjir. Seperti diketahui, ketika hujan lebat melanda Kota Malang, dua titik itu sering tergenang.
”Setelah dibangun drainase Jalan Bondowoso, nanti tak hanya Jalan Galunggung yang bebas banjir. Bisa juga memberikan dampak pengurangan genangan hingga Kelurahan Bareng,” papar Wahyu. Untuk panjang drainase Jalan Bondowoso hingga Jalan Tidar mencapai 1,3 kilometer. Sedangkan di titik Letjen Sutoyo panjang salurannya 1,2 kilometer. ”Karena ini bantuan dari swasta, kami tidak menyiapkan anggaran pendamping. Seluruhnya ditanggung Bank Dunia,” imbuh Wahyu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menerangkan, bantuan itu sangat membantu percepatan realisasi masterplan drainase Malang Bebas Banjir tahun 2028. Sebab, kecil kemungkinan pembangunan saluran itu dilaksanakan dengan APBD Kota Malang. Mengingat biaya yang dibutuhkan hingga ratusan miliar.
Pada tahun 2025 saja, anggaran pembangunan drainase hanya Rp 29 miliar. Anggarannya mepet karena harus berbagi dengan program prioritas Pemkot Malang lainnya. ”Program ini tak sebatas pembangunan saluran saja. Namun juga mencakup pendekatan pengelolaan air berkelanjutan. Seperti pembuatan resapan, sistem pengaliran air bertingkat dan drainase modern,” pungkas Dandung. (adk/by)