Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

200 Sumur di Dusun Rowotrate Keruh Imbas Banjir, Andalkan Kiriman Air Bersih dari BPBD

Mahmudan • Selasa, 23 September 2025 | 16:38 WIB

 

DAMPAK BANJIR: Tim dari BPBD Kabupaten Malang melakukan penyedotan air di sumur warga Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan kemarin.
DAMPAK BANJIR: Tim dari BPBD Kabupaten Malang melakukan penyedotan air di sumur warga Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan kemarin.

SUMBERMANJING WETAN – Banjir besar yang melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) mengganggu ketersediaan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada 200 sumur di desa tersebut yang tercemar material seperti lumpur, pasir dan batu. Hingga kemarin (22/9), tim dari BPBD masih melakukan penyedotan untuk menjernihkan air sumur warga.

Seperti diberitakan, banjir besar melanda dua desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Yakni Sitiarjo dan Kedungbanteng. Keduanya diterjang banjir luapan sungai Pangluguran yang di hulunya turun hujan sejak Jumat lalu (19/9) pukul 20.00. Total, ada empat dusun dengan luas total 1,494 hektare tergenang air setinggi 1,5 meter.

Ada 2.228 jiwa yang terdampak banjir. ”Khusus di Dusun Rowoterate (Desa Sitiarjo) ada 464 jiwa atau 177 kepala keluarga yang terdampak,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Rowotrate Krisi Air Bersih.
Rowotrate Krisi Air Bersih.

Ia mengatakan, air sudah surut sepenuhnya dan telah dibersihkan, baik oleh warga maupun BPBD, TNI dan Polri yang sudah bersiaga sejak Sabtu lalu (20/9). Warga terdampak juga sudah mendapat bantuan dari pemerintah, namun air sumur belum pulih. “Kami mendata ada 200 sumur warga yang tercemar. Itu di Rowoterate semua,” sebut pejabat eselon III B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Dia mengatakan, ada mekanisme alami apabila air sumur keruh kena material banjir. Yakni menanti pengendapan di dasar sumur. Itu bisa dilakukan karena banjir belum lagi terjadi di sana, sehingga memungkinkan air jernih dengan sendirinya. Akan tetapi, proses tersebut tetap harus dipantau. Sejak kemarin (22/9), BPBD melakukan asesmen ulang terhadap kebersihan air sumur warga tersebut.

Apabila belum menunjukkan tanda-tanda segera jernih, ada dua opsi yang bisa ditempuh oleh BPBD. ”Kami bisa menyedot air yang kotor sampai menyisakan bagian bersihnya saja, atau kami harus menjernihkan menggunakan tawas,” sebut Sadono.

Sadono mengatakan, Dusun Rowoterate merupakan area langganan banjir. Banjir yang merendam beberapa hari lalu bukan kali pertama. Tahun-tahun sebelumnya juga sering dilanda banjir. ”Tinggi airnya sama, sekitar 1,5 meter. Jumlah sumur yang terdampak pun masih di angka 200 titik juga,” ucap dia.

Sambil menunggu air jernih, Sadono melihat sebagian warga sudah siaga. Misalnya menyiagakan tandon darurat di rumah masing-masing. Di samping itu, BPBD juga mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. ”Sabtu lalu kami dropping enam tangki air. Minggu (21/9) juga kami terjunkan lagu tiga tangki,” tandas dia.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#sumawe #Sumur #banjir besar #BPBD Kabupaten Malang