Komitmen Indonesia: Migrasi Aman, Tertib, dan Berkelanjutan di Forum ASEAN+3
A. Nugroho• Rabu, 24 September 2025 | 17:38 WIB
ASEAN: Forum ini diikuti oleh negara-negara ASEAN ditambah mitra Korea Selatan dan China, serta International Organization for Migration (IOM).
RADAR MALANG - Di forum ASEAN+3 yang berlangsung sejak 17 hingga 19 September 2025 di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China, delegasi Indonesia menegaskan bahwa tata kelola migrasi harus aman, tertib, dan berkelanjutan. Forum ini diikuti oleh negara-negara ASEAN ditambah mitra Korea Selatan dan China, serta International Organization for Migration (IOM).
Irjen Pol RP Mulya, Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum memimpin delegasi Indonesia dalam sidang bertema “Shared Security and Integrated Development, Advancing Regional Migration Governance”.
Mulya menjelaskan bahwa migrasi, jika dikelola dengan baik, bukan cuma soal perpindahan orang melainkan peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Tetapi bila tak dikendalikan, migrasi bisa memicu masalah keamanan, perdagangan orang, hingga kejahatan lintas negara.
Untuk itu Indonesia mengajak semua negara peserta forum bekerja bersama menangani tantangan migrasi kawasan, seperti eksploitasi pekerja migran, kerentanan di perbatasan, serta krisis pengungsi.
Selain pidato utama, Indonesia turut memberi masukan di subforum “Promoting Mutually Beneficial Cooperation in Jointly Addressing the Risks and Challenges of International Migration Governance in the New Era” bahwa kerja sama harus saling menguntungkan, dengan partisipasi masyarakat sipil dan pemanfaatan teknologi modern. Komitmen ini selaras dengan peran Indonesia sebagai negara pendukung Global Compact for Migration.
Di sela acara forum, Indonesia juga membangun komunikasi bilateral dengan pihak Imigrasi China dan berharap kerja sama antara kedua negara semakin kuat.
Forum ini berakhir dengan kesepakatan memperkuat mekanisme kerja sama dan pembentukan kelompok kerja permanen (Working Group on Migration) di tingkat ASEAN+3 agar kebijakan migrasi baru bisa lebih cepat direspon dan adaptif terhadap situasi terkini. (cj)