KEPANJEN – Harga ayam potong yang naik sejak awal September lalu, hingga kini tak kunjung turun. Para pedagang di pasar tradisional pun resah lantaran pelanggan berkurang. Itulah yang dirasakan Saudah, salah satu pedagang di Pasar Kepanjen kemarin.
Perempuan 53 tahun itu mengatakan, kenaikan harga ayam setelah peringatan maulid nabi, 5 September lalu. Bisa jadi karena kebutuhan meningkat, sementara persediaan rendah, sehingga terjadi lonjakan harga.
”Setelah peringatan maulid, harga daging ayam potong mencapai Rp 37 ribu per kilogram. Bertahan sampai sekarang,” ujar Saudah di sela melayani pelanggannya. ”Padahal sebelumnya hanya Rp 30 ribu per kilogram,” tambahnya.
Imbas kenaikan harga, pembelinya berkurang. Namun dia tidak bisa berbuat banyak lantaran harga kulakan juga ikut naik. ”Normalnya saya beli ayam Rp 27 ribu per kilogram. Namun sebulan belakangan mencapai Rp 32 ribu per kilogram,” kata dia.
Ketika harga ayam potong masih normal, dia mampu menjual 45 kilogram ayam potong per hari. Tapi sebulan belakangan ini mentok 30 kilogram. “Faktor sepinya pembeli pasar (Kepanjen) juga berpengaruh,” jelas Saudah.
Selain berdampak terhadap merosotnya jumlah pelanggan, Saudah juga merasa kesulitan menjaga kualitas daging ayam. Dia sering tidak mampu menghabiskan barang dagangannya, sehingga terpaksa dibawa pulang dan disimpan di lemari pendingin. ”Tidak semua pembeli mau daging ayam yang sudah masuk ruang pendingin,” keluhnya.
Begitu juga dengan jeroan ayam. Walau tidak ada kenaikan harga, pembeli jeroan ayam juga menurun drastis. “Saya tidak berani menaikkan harga jeroan. Harga normal saja sering tidak habis, apalagi harganya naik,” kata dia.
Hal serupa juga dialami Fika, 25, pedagang lain di Pasar Kepanjen. Normalnya dia menjual daging ayam seharga Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram. “Sekarang menjual Rp 37 ribu per kilogram itu kenaikannya sudah tinggi,” kata Fika.
Awalnya Fika mengira kenaikan harga dari pemasok akibat kelangkaan daging ayam. Itu karena dirinya kesulitan mendapatkan stok dari peternak. Tetapi kelangkaan itu tidak lagi ditemukan, namun harga tetap tinggi.
Fika juga membeberkan, pada harga normal ia bisa habis hingga 50 kilogram daging ayam. Tetapi kini hanya 30 kilogram per hari. Dilansir dari laman siharkepo.malangkab.go.id awal September lalu harga daging ayam mencapai Rp 33 ribu per kilogram. Kemudian belakangan ini harga ayam terus meroket.(yad/dan)
Editor : A. Nugroho