Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trotoar Soehat Malang Berubah Jadi Area Parkir

A

 


Advertisement

HARUS DITERTIBKAN: Dua pejalan kaki terpaksa melintasi bahu jalan karena trotoar di Jalan Soekarno-Hatta dipakai parkir kendaraan roda empat kemarin
HARUS DITERTIBKAN: Dua pejalan kaki terpaksa melintasi bahu jalan karena trotoar di Jalan Soekarno-Hatta dipakai parkir kendaraan roda empat kemarin

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kondisi trotoar di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi sorotan DPRD Kota Malang. Jalur pedestrian berubah menjadi area parkir. Oleh karena itu, legislator mendesak eksekutif melakukan penataan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, berubahnya fungsi jalur pedestrian menjadi titik parkir liar sudah dibahas Pemkot Malang. Dia menyarankan agar dilakukan penataan setelah pembangunan drainase rampung.

”Kami mendesak penataan segera dijalankan. Kalau dibiarkan seperti sekarang, ya akan terus dijadikan tempat parkir," tandasnya.

Dia mengatakan, anggaran pendamping untuk penataan kawasan tersebut belum dialokasikan dalam APBD 2026. Kemungkinan baru bisa dibahas dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD pada pertengahan tahun ini.

Advertisement

“Pemprov meminta dana pendamping untuk fungsi ekologis. Nanti kita lihat kemungkinan di PAK,” terang Dito.

Dito menilai kawasan Soehat menjadi poros ekonomi baru yang ramai dikunjungi anak muda. Oleh karena itu, lanjutnya, jalur pedestrian harus dirancang nyaman, lebar, dan ramah bagi pejalan kaki.

“Jalur pedestrian harus bisa memanjakan pejalan kaki, termasuk untuk jalan sehat dan jogging,” tegas legislator dapil Lowokwaru itu.

Selain mengembalikan fungsi trotoar, DPRD juga meminta fungsi ekologis kawasan tersebut dipulihkan. Caranya dengan menghadirkan kembali ruang hijau dan pepohonan. Jika penataan berjalan sesuai rencana, dia yakin Soehat menjadi ikon baru Kota Malang. Yakni menggabungkan aktivitas ekonomi, ruang publik, dan lingkungan yang asri. Sehingga tidak terpusat di Kajoetangan Heritage.

Dito menekankan, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Setelah pedestrian selesai, pengawasan kawasan harus diperkuat. Terutama terkait parkir dan potensi munculnya Pedagang Kaki Lima (PKL) liar.

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Perbaikan Dua Terminal Butuh Rp 2 Miliar

Perbaikan Dua Terminal Butuh Rp 2 Miliar

Pemkab Malang memberi sinyal perbaikan Terminal Gondanglegi dan Terminal Talangagung, Kepanjen. Anggarannya diupayakan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Nominal pengajuannya Rp 2 miliar.

Damkar Batal Punya Armada Baru

Damkar Batal Punya Armada Baru

Keinginan Satpol PP Kabupaten Malang menambah armadal Pemadam Kebakaran (Damkar) dan rescue akhirnya kandas. Itu setelah pengajuan anggaran Rp 1 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ditolak. Mulanya anggaran

Belanja Daerah  Bertambah Rp 276 M

Belanja Daerah Bertambah Rp 276 M

Alokasi belanja daerah tahun ini bertambah sekitar Rp 276 miliar. Dalam APBD induk dipatok Rp 4,47 triliun, kemudian pertengahan tahun bertambah menjadi Rp 4,75 triliun. Penambahan alokasi dana belanja diputuskan dalam

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer