MALANG KOTA – Baru dibangun dua bulan lalu, drainase Pasar Madyopuro sudah tidak berfungsi. Ketika diguyur hujan, air masuk menggenangi area pedagang. Keluhan itu disampaikan ke dewan, sehingga kemarin (2/10) legislator meninjau ke lokasi. Hasilnya, legislator menyimpulkan bahwa pengerjaan drainase bermasalah.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengatakan, pihaknya bakal memanggil Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk evaluasi. "Kami ingin mendengar penyebab drainase tidak berfungsi, apakah anggarannya kurang atau ada masalah lain? Dari pantauan kami saluran tidak digarap dengan benar," tegas Bayu seusai meninjau lokasi.
Pihaknya akan mengupayakan perbaikan drainase di Pasar Madyopuro. Pengerjaannya dibiayai dari APBD Perubahan 2025. "Kami lihat dulu masalahnya apa. Kalau memang kurang anggaran, nanti akan menggunakan dana insidental di diskopindag," tuturnya.
Selain itu, Bayu juga menyoroti adanya dualisme paguyuban pedagang di Pasar Madyopuro. Untuk itu, kedua paguyuban akan mediasi dengan dewan untuk dijadikan satu. "Kalau jadi satu lebih enak, memiliki power ke dinas. Sehingga kalau ada keluhan, langsung ditanggapi," ucap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Terpisah, Kepala Pasar Madyopuro Muji S mengatakan, belum optimalnya drainase karena keterbatasan anggaran. Pihaknya hanya bisa menunggu tambahan dana dari APBD. "Saya hanya pelaksana di lapangan. Nanti yang menentukan anggaran ya diskopindag," tandasnya.(adk/dan)
Editor : A. Nugroho