Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Hari Lagi Alun-Alun Merdeka Kota Malang Ditutup, Revitalisasi Berlangsung hingga Januari 2026

A. Nugroho • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:32 WIB

JELANG REVITALISASI: Beberapa pekerja membuat bangunan semi-permanen di Alun-Alun Merdeka kemarin (3/10).
JELANG REVITALISASI: Beberapa pekerja membuat bangunan semi-permanen di Alun-Alun Merdeka kemarin (3/10).

 

MALANG KOTA – Dua hari lagi, Senin (6/10), Alun-Alun Merdeka ditutup. Penutupan berlangsung hingga Januari 2026. Sebab, pengerjaan untuk revitalisasi dimulai.

 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang memaparkan, pelaksana atau pihak yang melakukan revitalisasi saat ini membuat bangunan semi-permanen. Lokasinya di alun-alun sisi selatan, tepatnya di area playground

 

Bangunan tersebut akan menjadi tempat pelaksana proyek untuk memantau proses revitalisasi. ”Setelah bangunan semipermanen itu jadi, seluruh Alun-Alun Merdeka akan ditutup menggunakan pagar,” kata Raymond, kemarin (3/10). Penutupan dilakukan agar selama pengerjaan tidak ada gangguan dari orang-orang yang lalu lalang.

 

Raymond melanjutkan, revitalisasi dilakukan secara serentak di seluruh bagian. Artinya tidak satu per satu bagian yang dikerjakan melainkan langsung seluruhnya. Bagian yang dikerjakan mulai dari air mancur, playground, toilet, fasilitas pencahayaan, ruang ibu menyusui, dan banyak lainnya.

 

Jika tidak ada aral, Alun-Alun Merdeka ditutup selama pengerjaan berlangsung. ”Rencananya ditutup selama 105 hari, tepatnya Januari 2026,” tutur mantan Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang tersebut.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menyampaikan, dari sisi arus lalu lintas, diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan.

Dia menilai dengan adanya revitalisasi akan mengurangi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan kebutuhan parkir. ”Sepertinya kami hanya akan memasang pagar pengaman proyek," terang Jaya. 

 

Selebihnya arus lalu lintas dan parkir tetap berjalan seperti biasa. Namun pihaknya berancang-ancang memaksimalkan tiga titik parkir selama proses revitalisasi berlangsung.

Tiga titik parkir itu ada di depan Mall Pelayanan Publik Ramayana, Masjid Jami' Malang, dan depan Kantor Pos Malang. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Revitalisasi #Ditutup #malang #kota #alun-alun