SINGOSARI - Hujan yang berlangsung pada Selasa sore sampai malam (28/10) membawa kabar bencana. Salah satu petak di Jalan Imam Bonjol, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari ambles. Diduga, jalan itu ambles karena luapan air di bawahnya yang tersumbat sampah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, amblesnya jalan penghubung antara Desa Ardimulyo dengan Desa Toyomarto tersebut terjadi pada pukul 16.00. Namun baru mendapat penanganan mulai pukul 18.00.
Hujan deras pada sore hari ditengarai menjadi penghambat penanganan. ”Penanganannya sampai pukul 21.00, saat penanganan juga masih hujan, tapi intensitasnya ringan,” kata dia. Sadono mengatakan, bahwa jalan yang ambles tersebut tidak seluruhnya merupakan jalan aspal. Melainkan lapisan plat duiker dari beton di atas saluran air.
Di saat bersamaan, hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat jalan penuh genangan. Akhirnya, pada pukul 16.00, tanah di sekitar jalan beserta plat duiker itu ambles. Faktor air di bawah plat itu ditengarai menjadi penyebab. ”Ada tumpukan sampah di sana. Itu menyebabkan air yang harusnya mengalir lancar di bawah plat jadi terhambat.
Diduga tidak kuat menahan volume debit air,” kata Sadono. Kejadian itu menyebabkan lubang menganga sepanjang empat meter, lebar dan kedalaman satu meter. Hal itu jelas menghambat mobilitas warga. Sebab, setelah kejadian, jalan tidak bisa dilalui semua kendaraan dan harus dikenakan sistem buka tutup.
Sambil lokasi tersebut juga ditutup garis pengaman. ”Akses roda empat dan truk dialihkan melewati Dusun Ngujung (Toyomarto), dengan estimasi jarak lingkar kurang lebih 1,5 kilometer,” imbuh dia. Untungnya, kejadian tersebut tidak sampai memakan korban, baik luka maupun nyawa.
Penanganan sementara dilakukan dengan menaruh plat beton sementara. ”Kami juga berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang untuk menambah kedalaman dasar sungai sebagai langkah antisipasi terjadi hal serupa,” tandas Sadono. (biy/by)
Editor : A. Nugroho