Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Desa Wadung Kabupaten Malang Swadaya Bangun Jembatan Darurat

Bayu Mulya Putra • Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:22 WIB
TUNGGU COR KERING: Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji dengan Desa Sukoanyar, Kecamatan Wagir tuntas dibangun warga.
TUNGGU COR KERING: Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji dengan Desa Sukoanyar, Kecamatan Wagir tuntas dibangun warga.

PAKISAJI - Swadaya warga membangun jembatan darurat juga dilakukan di Kabupaten Malang. Tepatnya di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji. Untuk diketahui, jembatan penghubung antara Desa Wadung, Pakisaji dan Desa Sukoanyar, Wagir itu ambrol karena dilewati truk pada 8 September lalu.

Jembatan darurat itu dibangun oleh warga karena menjadi akses yang vital. Kepala Desa Wadung Mahyudin mengatakan, jembatan darurat itu dibangun karena kebutuhan warga. Sebab, jika tidak ada jembatan penghubung itu, warga harus memutar cukup jauh. "Karena banyak warga Wadung maupun Sukoanyar bekerja dan harus melewati jembatan itu," jelas Mahyudin.

Dia membeberkan, pihaknya mendapatkan ganti rugi dari perusahaan truk yang menyebabkan jembatan sebelumnya ambrol senilai Rp 15 juta. Dari sana, warga berbondong-bondong menyelesaikan pembangunan jembatan darurat. "Kita menggunakan material yang sebelumnya masih bisa dipakai," beber Mahyudin.

Jembatan dibuat lebih kecil dengan lebar 1,5 meter, dari sebelumnya selebar 3 meter. Jembatan darurat itu dikhususkan untuk motor dan pejalan kaki. "Pengerjaannya memakan waktu tiga minggu, sekarang hanya menunggu semen cor di kaki jembatan mengering," jelas Mahyudin.

Meskipun sudah membangun jembatan darurat, pihaknya berharap Pemkab Malang tetap membangun jembatan tersebut. "Informasi terakhir akan dibangun pada tahun 2026 oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga,"imbuh Mahyudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan pihaknya akan membangun jembatan baru di sana. "Kami masih kaji dulu, karena kalau bangun jembatan baru maka harus bebaskan tanah dulu," ujar pejabat publik yang kerap disapa Oong.

Oong memastikan bahwa survei lokasi sudah dilakukan. Hasilnya, diketahui jika jembatan yang ambrol tersebut bukan dibangun oleh pemerintah. Melainkan dari hasil swadaya masyarakat dan Corporate Social Responsibility (CSR) Pabrik Gula (PG) Kebonagung.

"Jembatan yang lama dibangun oleh pabrik gula, sehingga kami harus bebaskan tanah dulu untuk penempatan fondasi jembatan," ujar Oong. Pihaknya juga sudah mengidentifikasi dan mempetakan area jembatan tersebut. Melihat kemungkinannya, jembatan baru bisa dibangun pada tahun depan. "Jembatannya masuk dalam rencana penanganan triwulan satu tahun 2026," lanjut Oong. (yad/by)

Editor : A. Nugroho
#PU #CSR #pg #jembatan