MALANG KOTA - Selain pariwisata, kampung-kampung di Kota Malang juga memiliki potensi dalam produk olahan. Salah satunya seperti di Kelurahan Ciptomulyo. Di sana terdapat produk olahan aloevera yang sudah dikembangkan sejak tahun 2015.
Lurah Ciptomulyo Dedi Surfianto mengatakan, warga di Kelurahan Ciptomulyo mengembangkan aloevera di tengah keterbatasan lahan. Mereka menyiasati kondisi itu dengan membudidayakan aloevera menggunakan polybag.
”Karena di sekitar sini kan lahannya sempit," kata dia.
Dedi melanjutkan, pembudidayaan aloevera semula dilakukan oleh ibu-ibu PKK. Ada salah satu kader bernama Yayuk Lestari yang menginisiasi. Yayuk juga kerap membantu memberikan pelatihan kepada mahasiswa yang membutuhkan.
Selain pembudidayaan, para ibu juga mengembangkan produk aloevera. Ada berbagai produk yang dikembangkan dari aloevera.
”Meliputi olahan roti, shampoo, hingga minuman," ungkap Dedi.
Semula dari kampus atau mahasiswa juga sempat merasa heran dengan bentuk produk aloevera yang dikembangkan. Namun sekarang produk-produk itu juga dilirik berbagai pihak. Salah satunya adalah Pertamina.
Sementara itu, Yayuk menyampaikan bahwa pihaknya memanfaatkan ruang-ruang terbatas di kawasan Kelurahan Ciptomulyo untuk budidaya aloevera. Salah satunya pinggir rel kereta api.
"Saat dipanen, kami kembangkan untuk menjadi tepung roti, natadecoco, dan banyak lainnya," terang Yayuk.
Padahal sebelumnya, warga atau orang kebanyakan hanya mengkonsumsi aloevera dengan cara mengolahnya secara sederhana.
Pengolahan sederhana dilakukan dengan cara dikupas. Selanjutnya dicuci dan langsung dimakan. Khasiatnya dipercaya bisa untuk mengobati asam lambung, diabetes, hingga darah tinggi. (mel)
Editor : Aditya Novrian