Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

582 TNI Diimbau Bijak Bermedia Sosial

A. Nugroho • Sabtu, 8 November 2025 | 16:42 WIB
SERIUS: Ratusan prajurit dan ibu-ibu Persit menjalani pelatihan harmonisasi keluarga.
SERIUS: Ratusan prajurit dan ibu-ibu Persit menjalani pelatihan harmonisasi keluarga.

KABUPATEN MALANG - Ketangguhan TNI bisa dipengaruhi keharmonisan keluarganya. Apalagi mengingat tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi negara dari ancaman dan gangguan.

Hal tersebut tentu menuntut fokus, profesionalisme, dan kesiapan mental yang tinggi dari setiap prajurit.

Kemarin (7/11), sebanyak 582 prajurit menjalani pelatihan harmonisasi keluarga. Mereka mengundang pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana.

Selain itu, turut menjadi pembicara Mayjend TNI Susilo Panglima Divisi Infenteri 2 Kostrad dan dr Tini Susilo Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divisi Infanteri 2 Kostrad.

“Ketahanan mental prajurit itu berbanding lurus dengan ketahanan keluarga di rumah, itu sebabnya pelatihan ini menjadi penting,” ujar Mayjend TNI Susilo Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Keadaan keluarga yang aman, sejahtera, dan harmonis diyakininya mampu memicu prajurit makin optimal bertugas di lapangan.

Untuk itu, komunikasi yang baik, jujur, dan terbuka harus diterapkan di tiap rumah tangga.

Pelatihan ini menjadi titik imbang atas keterbatasan waktu bertemu. Selain itu, keluarga prajurit harus menjadi contoh dalam etika bermedia sosial.

Mereka harus pandai menghindari penyebaran berita bohong (hoaks) atau hal-hal yang dapat mencoreng kehormatan diri, keluarga, maupun satuan.

“Pesan ketiga, prajurit harus selalu memperhatikan kesehatan mentalnya,” lanjut Susilo.

Kesehatan ini, lanjut Susilo adalah mental diri sendiri maupun anak-anaknya. Salah satu cara yang bisa ditempuh dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Di pihak lain, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana mengungkap pemahaman adalah kunci komunikasi.

Keterbatasan pertemuan harus diimbangi dengan kualitas komunikasi yang tinggi. Selain itu, dirinya juga mengingatkan untuk prajurit menerapkan empat kartu AS dalam hidup.

“Kartu AS-nya adalah kerja ikhlas, keras, cerdas, dan tuntas,” paparnya. Itu bisa membantu emosi lebih stabil karena memetakan beban pikiran dengan berimbang.

Dengan begitu, keharmonisan keluarga tetap terjaga karena saat kembali ke rumah, emosi masing-masing prajurit sudah stabil. (aff)

Editor : A. Nugroho
#bijak #TNI #media sosial #Imbau