MALANG KOTA - Tingkat literasi dan etika digital di kalangan generasi muda masih rendah. Itu menjadi pemantik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Radar Malang menggelar Workshop Literasi Digital di SMA Negeri 1 Kota Malang, Rabu ini (10/12).
Sebanyak 340 pelajar dari kelas X antusias mengikuti sesi edukatif dengan materi berjudul Pandai Bermedia di Era Badai Dusta. Dalam acara itu, ratusan siswa juga menjalani pre test dan post test Generasi Terkoneksi (GENsi) dari IOH. Tujuannya memetakan kemampuan pelajar dalam membatasi diri saat berselancar di dunia maya.
Kepala SMAN 1 Kota Malang Dr Basuki Agus Priyana Putra MPd menjelaskan, etika anak didiknya saat menggunakan media sosial memang masih perlu dilatih. Terutama etika saat berkomunikasi dengan guru dan batasan-batasan dalam media sosial.
”Kami sengaja mengikutsertakan anak kelas X saja agar ilmu yang didapat hari ini bisa ditularkan ke adik kelasnya tahun depan,” ujarnya. Menurutnya di jenjang SMA, pelajar masih banyak yang belum bisa memosisikan diri saat berkomunikasi. Seperti interaksi kepada guru, orang tua, kakak kelas, atau teman sebaya.
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro melihat, etika generasi muda yang masih kurang satu penyebabnya banyak terpapar konten di media sosial. Untuk itu, pelatihan etika dalam menggunakan media sosial perlu digencarkan.
”Terkait UU ITE juga kami ajarkan, intinya mencegah anak-anak agar tidak sampai salah kaprah saat bermedia sosial,” ujarnya. Selain itu, masih ada tantangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang juga harus dibatasi dari pelajar. Sebab AI sifatnya program pembantu, namun saat ini banyak remaja yang sudah ketergantungan.(aff/gp)
Editor : A. Nugroho