Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Launching 6 Buku Karya Guru dan Kasek di HUT PGRI

A. Nugroho • Senin, 15 Desember 2025 | 02:22 WIB
BUKTI KUALITAS PENDIDIK: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Disdikbud Suwarjana, dan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat launching buku.
BUKTI KUALITAS PENDIDIK: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Disdikbud Suwarjana, dan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat launching buku.

MALANG KOTA - Dalam kurun waktu satu tahun, sudah ada enam buku yang ditulis sejumlah guru dan kepala sekolah di Kota Malang. Minggu (14/12), enam buku itu di-launching Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di hadapan 7.500 guru dan tenaga kependidikan (tendik) dalam perayaan HUT PGRI ke-80 di SDN Model, Kecamatan Kedungkandang.

Buku-buku itu adalah proyek kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Jawa Pos Radar Malang. Tersaji dalam program one teacher one book. Enam buku yang di-launching itu berjudul “Pena Ke Aksi” karya Kepala Sekolah SMPN Kota Malang.

Ada juga buku “Seni Manajer Sekolah” karya Ketua PGRI Kota Malang sekaligus Kepala SMPN 5 Malang Agus Wahyudi. Buku lainnya berjudul “Pena Tajam Lawan Tirani” karya para guru dari Kecamatan Klojen dan Kedungkandang. Selanjutnya ada buku berjudul “Sayap Kemenangan Amir” karya para guru dari Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru, “Kompas yang Kehilangan Fungsi” karya para guru dari Kecamatan Sukun, serta “Pohon Sahabat” karya guru TK se-Kota Malang.

SINERGI: Launching buku yang merupakan proyek kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Jawa Pos Radar Malang.
SINERGI: Launching buku yang merupakan proyek kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Jawa Pos Radar Malang.

Pemkot Malang mulai intens mengadakan pelatihan menulis dan jurnalistik untuk para guru sejak awal tahun. Sebab, keterampilan itu sangat diperlukan untuk pengembangan kompetensi mengajar dan tolak ukur produktivitas pengajar. ”Apalagi dibarengi program one teacher one book, jadi bisa memacu kreativitas serta kemampuan guru di bidang jurnalistik dan komunikasi makin baik,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Dia menyebut, ratusan guru dan kepala sekolah yang terlibat dalam penulisan buku itu bisa menjadi percontohan. Sebab, menurut dia, menulis buku adalah perkara yang sulit. Butuh kemauan kuat dan konsistensi tingkah tinggi. Hasilnya bisa menjadikan seorang penulis terus dikenang dengan kapasitas keilmuannya.

Pria yang akrab disapa Pak Mbois itu berharap program one teacher one book tidak dianggap sebagai beban. Namun, menjadi sebuah kebanggaan karena selaras dengan program Pemkot Malang terutama pada pengembangan sektor pendidikan. Sebab salah satu sasaran utama program itu adalah peningkatan kualitas dan keterampilan guru.

SEMARAK: Kegiatan senam bersama saat launching enam buku itu di-launching Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di hadapan 7.500 guru dan tenaga kependidikan.
SEMARAK: Kegiatan senam bersama saat launching enam buku itu di-launching Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di hadapan 7.500 guru dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana menyebut bahwa inisiasi diklat menulis dan jurnalistik itu lahir dari latar belakang Kota Malang sebagai kota pendidikan. Keterampilan guru dalam menulis diperlukan sebagai proses latihan berpikir. Mulai dari mengamati, melihat, merenungkan, hingga menuangkannya ke dalam tulisan. ”Jadi peresmian enam buku itu sengaja kami masukkan dalam rangkaian kegiatan HUT PGRI,” ujarnya. Itu untuk memotivasi guru lain untuk menyusul menulis buku. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#wali kota #Karya #guru #Buku #radar malang