Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengurukan Pasir Pantai THP Kenjeran Surabaya Tak Kunjung Terealisasi

Aditya Novrian • Selasa, 16 Desember 2025 | 17:09 WIB
BUTUH KEJELASAN: Anak-anak bermain pasir di THP Kenjeran ketika air laut sedang surut.
BUTUH KEJELASAN: Anak-anak bermain pasir di THP Kenjeran ketika air laut sedang surut.

SURABAYA – Pengurukan pasir pantai dan pembuatan tanggul laut di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran belum bisa terealisasi hingga kemarin (15/12). Pemkot Surabaya masih menunggu izin dari dinas lingkungan hidup (DLH) Jawa Timur untuk melanjutkan proyek yang telah dirancang dua tahun lalu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, tahun depan penataan kawasan THP Kenjeran sisi selatan akan dilanjutkan. Mengenai detail perencanaan pengerjaan telah diselesaikan.

”Tinggal menunggu perizinan selesai. Lalu pengerjaan segera dapat dimulai,” papar Irvan. Dia mengatakan, pengembangan itu untuk menjadikan THP Kenjeran sebagai pusat pariwisata pesisir. Apalagi, selama ini THP Kenjeran menjadi ikon kota. ”Kami ingin dengan penataan dapat mendorong pariwisata juga,” tambahnya.

Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian Maharhandono menjelaskan, pengerjaan tanggul dan pengurukan pasir pantai masih menunggu perizinan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL) keluar dari DLH Jatim.

Pada Juni kementerian telah mengeluarkan izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL). ”Tinggal menunggu perizinan UKL UPL baru dapat dikerjakan. Proyek ini sudah dirancang sejak dua tahun lalu,” paparnya.

Iman mengungkapkan pembuatan tanggul laut dikerjakan sepanjang 390 meter serta pengurukan pasir pantai seluas dua hektare di kawasan THP Kenjeran. Ketinggian pasir nantinya dua meter dari pasang laut terendah. ”Tujuanya untuk melindungi area pesisir juga. Apalagi ada abrasi juga,” tuturnya.

Pagu anggaran pengerjaan mencapai Rp 18 miliar. Setelah perizinan keluar akan dimulai lelang pengerjaan. ”Harapanya segera dapat dikerjakan. Mengingat perencanaanya sudah lama,” jelasnya. (ata/jun/adn)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #DPRKPP #DLH #pemkot surabaya