Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Demi Keamanan Kulit, Face Painter Pilih Cat Water Based

A. Nugroho • Minggu, 21 Desember 2025 | 15:44 WIB
TELATEN: Face painter melukis wajah seorang remaja menggunakan cat khusus.
TELATEN: Face painter melukis wajah seorang remaja menggunakan cat khusus.

DI BALIK coretan cepat yang menghiasi wajah konsumen, ada urusan lain yang tak kalah penting bagi para face painter. Bukan hanya soal tangan yang terampil menggambar, tetapi juga soal ”alat tempur” yang dipilih. Jenis cat, kuas, hingga urutan kerja ikut menentukan hasil akhir sekaligus keamanan kulit klien.

Perhatian pada detail ini justru menjadi pembeda bagi para pelaku face painting yang mulai menjadikan coretan wajah sebagai profesi serius. Itu pula yang dijalani Husna Nur Listyarini, pemilik Bloomydoo Face Painting Malang. Awalnya sederhana. Ia hanya iseng melukis wajah putrinya dengan berbagai karakter.

Dari rumah, hasil coretan itu kemudian diunggah ke media sosial. ”Permintaan mulai berdatangan, hingga akhirnya saya memutuskan membuka usaha face painting secara resmi sejak Agustus 2024,” terang Husna.

Sejak itu, ia menyadari bahwa face painting tidak bisa dikerjakan dengan cat sembarangan. Pilihan produk menjadi kunci utama. Untuk kebutuhan umum, Husna lebih sering menggunakan cat berbahan water based.

Jenis ini dinilai paling aman karena bersifat hypoallergenic, non-toxic, dan ramah untuk kulit anak-anak maupun orang dewasa. Teksturnya ringan, mudah diaplikasikan, dan yang terpenting gampang dibersihkan. Cukup dibilas air dan sabun, sisa cat bisa hilang tanpa perlu digosok keras.

Namun, ada konsekuensi dari kenyamanan itu. Cat water based cenderung lebih cepat memudar terutama jika anak banyak bergerak dan berkeringat. Karena itu, untuk kebutuhan tertentu seperti acara besar dengan durasi panjang, Husna memilih cat oil based.

”Daya tahannya jauh lebih kuat. Sayangnya, jenis ini tidak disarankan untuk anak-anak. Kandungannya lebih berat dan proses pembersihannya juga lebih sulit, sehingga hanya digunakan untuk klien dewasa,” beber dia.

Sebelum kuas menyentuh wajah, ada tahapan yang tak boleh dilewatkan. Wajah harus bersih dari minyak dan sisa make up. Skincare yang terlalu berminyak juga sebaiknya dihindari agar cat bisa menempel lebih lama. Dengan kondisi kulit yang bersih dan lembap, risiko iritasi bisa ditekan.

Setelah itu, barulah gambar mulai dibentuk, mengikuti permintaan klien. Untuk gambar sederhana, waktu pengerjaan biasanya hanya lima hingga sepuluh menit. Namun, cerita berbeda muncul saat klien meminta make up karakter dengan efek khusus.

”Riasan zombie dengan detail luka tiga dimensi, misalnya, bisa memakan waktu hingga satu jam. Ketelitian menjadi syarat mutlak,” jelas Husna. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
#face painting #Cat #Kota Malang #wajah #kulit