RADAR MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Melalui akun Instagram @infobmkg, Jawa Timur masuk ke dalam kategori potensi dampak level siaga, dengan ancaman hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan banjir bandang yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, serta infrastruktur.
Selain,terdapat beberapa dampak potensi bencana lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Badai Angin
Dilansir dari Hidrologi, badai terbentuk di perairan hangat dengan suhu permukaan laut di atas 26 derajat Celsius. Fenomena ini ditandai dengan angin kencang serta curah hujan tinggi. Badai angin kerap menyebabkan pohon tumbang yang dapat mengganggu lalu lintas dan aktivitas warga.
Apabila terjadi hujan lebat disertai angin kencang, masyarakat diimbau untuk segera masuk ke dalam rumah dan mematikan sakelar listrik utama guna menghindari risiko kebakaran atau korsleting listrik.
- Tanah Longsor
Tanah longsor umumnya terjadi karena curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama. Air yang meresap ke dalam tanah dapat menyebabkan pergeseran material lereng dan memicu longsor.
Wilayah yang rawan terdampak longsor biasanya memiliki bertopografi curam atau bergunung. Jika terlihat tanda-tanda longsor, masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman, tinggi, dan terbuka.
- Angin Puting Beliung
Angin puting beliung merupakan fenomena angin kencang yang berputar menyerupai pusaran.Peristiwa ini terjadi akibat perbedaaan tekanan udara yang sangat besar dalam waktu singkat dan seing muncu pada musim pancaroba dengan kondisi suhu ekstrem.
Jika terjadi angin puting beliung, masyarakat diimbau untuk segera berlindung di dalam bangunan serta menjauhi objek tinggi dan besar yang berpotensi tumbang.
Sebagai negara tropi, Indonesia kerap mengalami cuaca ekstrem seperti badai, hujan lebat, banjir, longsor, dan angin puting beliung. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG serta memahami potensi dampak cuaca ekstrem guna meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian