Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puskesmas Kepanjen Butuh Perluasan

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
LAYANAN KESEHATAN: Kapasitas di Puskesmas Kepanjen sangat terbatas, sehingga diperlukan perluasan. Hal itu dibutuhkan karena kunjungan pasien mencapai 150-200 orang per hari.
LAYANAN KESEHATAN: Kapasitas di Puskesmas Kepanjen sangat terbatas, sehingga diperlukan perluasan. Hal itu dibutuhkan karena kunjungan pasien mencapai 150-200 orang per hari

Advertisement

KEPANJEN, RADAR MALANG – Sempat tenggelam beberapa tahun lalu, wacana perluasan Puskesmas Kepanjen kembali mencuat. Wacana tersebut kembali dilontarkan Bupati Malang H M Sanusi untuk menunjukkan kondisinya mendesak.

“Karena tempatnya terbatas, kepala puskesmas harus bisa mengakselerasi. Sebab pasiennya mencapai 150 orang per hari,” ujar Sanusi setelah meninjau Puskesmas Kepanjen beberapa waktu lalu

”Tempatnya memang butuh perluasan. Nanti kami upayakan,” tambah orang nomor satu di Pemkab Malang itu.

Advertisement

Meski menyadari bahwa puskesmas membutuhkan perluasan segera, Sanusi belum bisa memastikan kapan pelaksanaannya. Saat ini pihaknya masih menghitung kebutuhan sekaligus ketersediaan anggaran dalam APBD.

Selain evaluasi, Sanusi juga menyampaikan beberapa hal yang harus dimaksimalkan oleh tenaga kesehatan (nakes). Yakni pelayanan, fasilitas, dan tata kelola pendapatan. “Fasilitas pasien harus selalu lebih baik. Supaya pelayanan publik dan keberpihakan kepada masyarakat benar-benar bisa dirasakan,” kata mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Malang itu.

Advertisement

Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Kepanjen dr Ruri Pujianti menyampaikan bahwa UPT Puskesmas Kepanjen memang butuh perluasan atau pemindahan tempat ke lokasi yang lebih besar. Sebab, gedung UPT puskesmas berada di zona perdagangan dan jasa yang di sisi kanan dan kirinya sudah dipenuhi peruntukan bangunan lain. Sehingga sulit dilaksanakan perluasan.

”Untuk rencana relokasi masih menunggu ketersediaan anggaran. Kalau tanah, Insya Allah kami sudah ada di Talangagung," tutur Ruri.

Walaupun terbatas, pihaknya berkomitmen memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Demi memaksimalkan pelayanan, pihaknya juga mengajukan bantuan peralatan kesehatan berupa USG portable. Menurutnya, alat itu penting untuk memberi pelayanan kepada ibu-ibu yang akan bersalin di daerah pelosok.

Di puskesmas tersebut ada enam bed rawat inap. Seharusnya, puskesmas itu memerlukan 10 bed rawat inap. Sehingga saat bed rawat inap penuh, pasien dengan penyakit tidak menular yang harus opname terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Hal itu karena UPT Puskesmas Kepanjen tidak mampu menampungnya lagi.(yun/dan).

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Bisa Tarik Tunai di ATM dan Indomaret, Kartu Garudeya Permudah Nasabah BPR Arta Kanjuruhan

Bisa Tarik Tunai di ATM dan Indomaret, Kartu Garudeya Permudah Nasabah BPR Arta Kanjuruhan

Nasabah PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang kini bisa mengakses uangnya dengan lebih leluasa. Lewat kolaborasi dengan Bank Permata mereka berhasil meluncurkan Corporate Debit Card ATM Garudeya

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang menganggarkan Rp 400 juta untuk merehabilitasi dua ruang kelas SDN 1 Ardimulyo pada 2026.

2.100 Guru Non-ASN di Kabupaten Malang Belum Terdata Dapodik, Ini Dampaknya

2.100 Guru Non-ASN di Kabupaten Malang Belum Terdata Dapodik, Ini Dampaknya

Sekolah membutuhkan tenaga pengajar, tetapi pembayaran honor sebagian guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) masih terkendala pendataan. Di Kabupaten Malang, 2.100 guru non-ASN disebut belum terakomodasi dapodik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer