Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kunjungan Wisatawan ke Kota Malang Akhir 2025 Turun 10,87 Persen

Aditya Novrian • Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:00 WIB
JADI DAYA TARIK: Wisawatan mancanegara mengambil  foto di signage Kampung Tridi beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
JADI DAYA TARIK: Wisawatan mancanegara mengambil foto di signage Kampung Tridi beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA - Kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada Desember 2025 tercatat menurun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan terjadi penurunan secara year on year sebesar 10,87 persen. Artinya, momen libur Natal dan Tahun Baru pada Desember 2024 masih mencatat pergerakan wisatawan yang lebih tinggi.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifuddin menjelaskan, penurunan terlihat pada wisatawan asal maupun tujuan Kota Malang. Pada Desember 2024, jumlah wisatawan asal Kota Malang mencapai 953 ribu orang dan wisatawan tujuan Kota Malang sekitar 1,1 juta kunjungan.

”Kalau Desember 2025 lalu, wisatawan asal Kota Malang hanya 850 ribu dan yang tujuan Kota Malang hanya 1,16 juta kunjungan,” ujarnya.

Meski terjadi koreksi di akhir tahun, capaian kunjungan wisata sepanjang 2025 tetap melampaui target. Dari target 3.337.468 kunjungan, realisasi mencapai sekitar 3,4 juta kunjungan. Pemerintah Kota Malang pun menaikkan target kunjungan wisata pada 2026 menjadi 3,4 juta.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan kenaikan target didasarkan pada capaian tahun lalu yang mencapai 103 persen. ”Karena tahun lalu realisasi mencapai 103 persen, kami berani menaikkan target,” katanya.

Ia meminta pengelola destinasi memperkuat daya tarik wisata, terutama aspek kenyamanan, keselamatan, dan kebersihan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Menurut Baihaqi, minat wisata ke Kota Malang sebenarnya terus tumbuh. Namun, realisasi kunjungan sempat tertekan isu penurunan daya beli masyarakat dan dinamika politik pada pertengahan tahun.

Kondisi serupa dirasakan pelaku wisata. Ketua Pokdarwis Kayutangan Mila Kurniawati menyebut kunjungan harian di kawasan tersebut rata-rata 600 wisatawan pada hari kerja dan meningkat dua kali lipat saat akhir pekan. ”Kalau weekend baru naik dua kali lipat jadi 1.600-an,” ujarnya.

Untuk mendongkrak kunjungan, pengelola aktif menambah spot wisata baru. Upaya itu mulai berdampak di akhir tahun ketika kunjungan Kajoetangan sempat menembus 4 ribu orang per hari. (aff/adn)

 

Editor : Aditya Novrian
#Kampung Tridi #wisatawan #malang