Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arrcely, Finalis Indonesian Idol XIV Asal Malang Pernah Jadi Trainee SM Entertainment

A. Nugroho • Senin, 23 Februari 2026 | 16:31 WIB

CANTIK: Arrcely sempat berada di persimpangan: melanjutkan training sebagai trainee agensi Korea atau mengejar pendidikan kedokteran gigi.
CANTIK: Arrcely sempat berada di persimpangan: melanjutkan training sebagai trainee agensi Korea atau mengejar pendidikan kedokteran gigi.

MALANG – Di balik gemerlap panggung Indonesian Idol Season XIV, ada keputusan besar yang pernah diambil Arrcely. Sebuah keputusan yang tak banyak diketahui publik.

Senin malam (23/2), finalis asal Malang ini kembali bersiap tampil di babak Spektakuler Show membawakan lagu “Harta Berharga”, soundtrack film Keluarga Cemara. Namun jauh sebelum ia berdiri di bawah sorot lampu studio, Arrcely sempat berada di persimpangan: melanjutkan training sebagai trainee agensi Korea atau mengejar pendidikan kedokteran gigi.

Antara Idol dan Akademik

Di tengah pandemi 2020, Arrcely pernah mengikuti pelatihan intensif bersama SM Entertainment, salah satu agensi hiburan terbesar di Korea Selatan. Selama hampir empat bulan, ia menjalani latihan vokal dan dance secara daring bersama lima peserta asal Indonesia lainnya.

Ia bahkan diproyeksikan menjadi bagian dari girlband bentukan agensi tersebut. Namun di saat yang sama, Arrcely dinyatakan lolos masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada.

Universitas Gadjah Mada bukan kampus sembarangan. Bagi banyak keluarga Indonesia, kesempatan itu adalah prioritas utama.

“Waktu itu memang sempat bimbang. Mau lanjut training atau pendidikan. Karena jadi trainee juga belum tentu debut,” ungkap Fanny Octaviana, ibunda Arrcely.

Pilihan akhirnya jatuh pada pendidikan. Keputusan yang oleh sebagian orang mungkin dianggap “mundur selangkah” dari panggung internasional. Namun justru dari sanalah karakter Arrcely terbentuk: berani bermimpi, tetapi tetap berpijak.

ENERGIK: Arrcely, finalis Indonesian Idol asal Malang saat tampil di panggung Spekta.
ENERGIK: Arrcely, finalis Indonesian Idol asal Malang saat tampil di panggung Spekta.

Mental Terlatih, Bukan Instan Viral

Keberhasilannya membawakan lagu “Rapsodi” milik JKT48 hingga menuai pujian juri bukan sekadar keberuntungan panggung. Soleh Solihun bahkan menyebut Arrcely layak berada di Indonesian Idol karena mampu memberi warna baru tanpa mengecewakan para Wota.

Karakter vokal, gestur panggung, hingga penguasaan ekspresi idol terasa matang. Pengalaman trainee K-Pop, meski singkat dan dilakukan secara daring, rupanya meninggalkan fondasi kuat: disiplin latihan, detail koreografi, hingga konsistensi performa.

Di tengah era instan viral, kisah Arrcely justru menawarkan narasi berbeda. Bahwa menjadi performer bukan hanya soal popularitas cepat, melainkan proses panjang yang kadang tak terlihat publik.

Representasi Anak Muda Malang

Arrcely kini menjadi satu-satunya finalis asal Malang yang masih bertahan di kompetisi. Ia membawa bukan hanya nama pribadi, tetapi juga representasi anak muda daerah yang berani bersaing di level nasional.

Yang menarik, kisahnya bukan sekadar “pernah jadi trainee SM Entertainment”. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang generasi yang dihadapkan pada pilihan rasional: karier global yang belum pasti atau pendidikan mapan yang menjanjikan masa depan stabil.

Arrcely membuktikan bahwa memilih pendidikan bukan berarti mematikan mimpi. Panggung bisa datang kembali—dengan versi diri yang lebih matang.

Kini, publik Malang tinggal memberi satu hal yang tak kalah penting: dukungan. Karena di balik suara yang terdengar stabil di atas panggung, ada perjalanan panjang tentang keberanian mengambil keputusan.

Editor : A. Nugroho
#Arrcely Evina #malang #Indonesian idol #arrcely