MALANG KOTA, RADAR MALANG - Volume sampah yang masuk ke Bank Sampah Malang (BSM) di Jalan Sudanco Supriyadi, Sukun mengalami peningkatan. Tahun ini, jumlahnya berada di kisaran 1 sampai 1,5 ton per hari. Isa Trio Zulmi Aziz, pengelola BSM Sukun menyebut, sebelumnya volume sampah berada di kisaran 800 kilogram per hari.
”Itu berasal dari bank sampah aktif di lingkungan warga yang tersebar di 350 titik,” kata dia, kemarin (17/4). Meski begitu, dia memastikan peningkatan volume sampah masih bisa diatasi. ”Semua proses pemilahan di BSM biasanya dilakukan dari siang sampai sore hari,” imbuh dia.
Baca Juga: Pemkot Malang Kejar Bantuan Pengelolaan Sampah dari Pemerintah Pusat
Setelah dipilah, pihaknya biasanya langsung menyetorkan hasilnya ke pabrik maupun industri. Untuk saat ini, pihaknya bermitra dengan PT Ekamas di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. ”Namun, ada pula sampah yang kami distribusikan ke penggiling atau pengepul,” sebut Isa.
Dari penggiling atau pengepul, ada yang disalurkan ke industri-industri yang membutuhkan. Selain didistribusikan ke industri, ada pula sampah yang diolah menjadi berbagai kerajinan kriya. Mulai dari topi, tas, dan banyak lainnya. Produk hasil pengolahan sampah sekarang tersimpan di BSM Sukun.
Baca Juga: Pemkab Malang Segera Bangun TPS Terpadu di Dua TPA untuk Kurangi Volume Sampah Menumpuk
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, sampai sekarang total bank sampah ada di 800 titik. Namun tidak semuanya aktif. ”Bulan Mei nanti, kami berencana mengaktifkan kembali bank sampah di lingkungan warga,” tegas Raymond. Pengaktifan bank sampah itu sesuai instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI.
Selain pengaktifan kembali, rencananya DLH Kota Malang akan memberikan pendampingan dan bimbingan. Terutama kepada sejumlah bank sampah yang sempat mati suri selama 10 tahun terakhir. (mel/by)
Editor : A. Nugroho