MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sebanyak 1.203 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Malang mulai diberangkatkan ke tanah suci pada 23 April mendatang. Untuk memastikan kesiapan para jamaah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Malang rutin melakukan pemantauan kondisi kesehatan. Nanti juga ada petugas haji daerah (PHD) hingga tenaga kesehatan yang mendampingi jamaah.
Untuk tugas itu, Kemenhaj Kota Malang berkoordinasi dengan Dinkes Kota Malang dan 16 Puskesmas. Sebab, yang bisa menjangkau ribuan jamaah haji adalah tenaga kesehatan dari Puskesmas. Sembari menunggu keberangkatan, para jamaah diminta menjaga kondisinya masing-masing.
Baca Juga: Wacana War Tiket Haji Disorot, Puguh Anggota DPRD Jatim Khawatir Ganggu Antrean 5,2 Juta Jemaah
Caranya dengan menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin, hingga jogging ringan. Kepala Kantor Kemenhaj Kota Malang Subhan mengatakan, tenaga kesehatan di masing-masing kloter berjumlah dua orang. ”Sehingga total ada 6 tenaga kesehatan,” kata dia.
Tenaga kesehatan yang diterjunkan terdiri dari tiga dokter dan tiga perawat. Mereka berasal dari Puskesmas. Ada juga yang berasal dari RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Di samping tenaga kesehatan, ada petugas dari Kemenhaj Kota Malang yang berjumlah enam orang.
Baca Juga: Jemaah Haji asal Malang Raya Pulang dalam 15 Kloter
Ada pula PHD yang berjumlah tiga orang. ”Untuk PHD itu nama-namanya rekomendasi dari pemkot, tapi seleksinya tetap di Kemenhaj,” sambung Subhan. Sebelum berangkat, kondisi fisik para petugas pun dicek. Mulai dari penyakit bawaan, tekanan darah, kolesterol, hingga gula darah. Semua harus terukur. Mereka juga mendapat pelatihan-pelatihan baik dari Kemenhaj, asrama Haji, maupun dinkes. (mel/by)
Editor : A. Nugroho