MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jalan di Pasar Induk Gadang (PIG) segera diperbaiki. Saat ini, Pemkot Malang tengah menyelesaikan proses pembersihan bekas bongkaran lapak pedagang. Jadwal perbaikan jalan bakal dimulai minggu keempat atau akhir bulan ini.
Untuk diketahui, setelah lapak dibongkar, masih ada bongkahan atau puingpuing kayu. Setiap hari, personel Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang melakukan pemerataan tanah. Mereka di bantu dua ekskavator.
Hingga kemarin, bekas lokasi lapak mulai tampak seperti jalan kembar. Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, untuk proses pindahan memang sehari selesai. Setelah aktivitas itu, pihaknya harus melakukan finalisasi. Yaitu meratakan tanah. Proses itu sudah dilakukan sejak 28 April lalu.
”Ini (meratakan tanah) untuk mempermudah proyek perbaikan jalan,” ujarnya. Eko menekankan, proses pemindahan pedagang sesuai jadwal, yakni maksimal akhir April. Sehingga, proyek perbaikan bisa dijalankan pada bulan Mei.
Baca Juga: Proses Pembongkaran Bedak PIG Masih Berlangsung
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menambahkan, progres pembongkaran terus dilaporkan kepada pemerintah pusat. Sebagai bukti keseriusan pemkot dalam mewujudkan proyek perbaikan jalan.
”Ketika pemerintah pusat melihat sudah dibongkar, pengadaan sudah berjalan. Sehingga dijadwalkan (pekerjaannya) dimulai pada minggu keempat ini,” tuturnya. Saat ini, Dandung menyebut bahwa proyek senilai Rp 14,9 miliar itu masih dalam tahap lelang. Kemungkinan pertengahan Mei sudah ditentukan kontrak tornya oleh pemerintah pusat. ”Pengerjaan akan dimulai dari sisi jalan yang merupakan bekas lapak pedagang. Sedangkan yang satu sisi lainnya tidak ditutup,” terangnya. Sesuai rencana, jalan PIG dikonsep jalan kembar. Sama seperti di Jalan Rajasa. Perbaikan ini menggunakan sistem pengaspalan cor beton agar lebih tahan lama.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Minta Ada Tempat Khusus untuk Bongkar Muat di Pasar Gadang
Meskipun demikian, Dandung meminta pedagang tidak lagi membuang air sembarangan ke jalan. Sebab, musuh jalan sesungguhnya adalah genangan air. Bukan beban kendaraan. ”Nanti kami minta limbah air dibuang di tempat khusus, jangan lagi di jalan. Kami harap pedagang ikut menjaga ruas jalan,” tandasnya. (adk/by)
Editor : A. Nugroho