Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dorong Pelaksanaan Feeder Trans Jatim Tahun Ini

Andika Satria Perdana • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:04 WIB
MINTA DIPERHATIKAN: Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di Jalan Trunojoyo, kemarin siang (25/6)
MINTA DIPERHATIKAN: Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di Jalan Trunojoyo, kemarin siang (25/6).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selain angkutan pelajar, kalangan legislatif mendesak Pemkot Malang segera merancang operasional feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim. Program itu rencananya juga memanfaatkan armada angkot. DPRD Kota Malang akan mencari peluang pendanaan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono, kemarin (25/6).

Dia menekankan, penanganan kemacetan dengan perbaikan transportasi umum sangat mendesak.

Baca Juga: Pemprov Tawarkan Program Feeder Trans Jatim ke Empat Daerah, Baru Sidoarjo yang Beri Respons, Kota Malang?

Keberadaan Bus Trans Jatim seharusnya disambut dengan program feeder lokal.

Trio menyampaikan, untuk program angkutan pelajar, sudah dianggarkan Rp 1,9 miliar. Program itu harus diperluas dengan operasional feeder. ”Skema subsidinya diperluas tidak hanya untuk pelajar. Kami mendorong bisa untuk masyarakat umum melalui feeder,” ujar dia.

Politisi PKS itu menambahkan, dengan dibentuknya koperasi sopir, itu bakal semakin memudahkan pembiayaan. Menurut dia ada dua opsi operasional feeder. Opsi pertama dengan peremajaan armada. Opsi kedua dengan subsidi per kilo meter, persis seperti angkutan pelajar.

Baca Juga: Pemkot dan Pemkab Malang Tunggu Informasi Lanjutan dari Dishub Jatim terkait Rencana Feeder

”Dalam waktu dekat harus ada komitmen dari Pemkot Malang. Penanganan kemacetan melalui angkot menjadi catatan yang akan dibahas dalam APBD Perubahan,” jelas Trio. Dia menambahkan, ada beberapa bidang lain yang akan dibahas.

Salah satunya tentang pendidikan. Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) maupun gaji guru harus di pastikan tidak terkendala. Kemudian di bidang infrastruktur, Trio meminta Pemkot Malang menghitung cermat kebutuhan anggaran perbaikan jalan. Sehingga keluhan jalan berlubang bisa diminimalkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, persiapan feeder sudah melalui pembahasan awal. Sebelum pelaksanaan program itu, pihaknya perlu mengubah trayek atau rerouting. ”Karena ada jalur angkot yang sudah bersinggungan dengan Bus Trans Jatim, ada yang belum,” terangnya.

Dengan rerouting, trans portasi di Kota Malang bakal terintegrasi. Sebab, angkot bisa melalui beberapa jalan perumahan yang sebelumnya tidak dilalui transportasi umum. ”Seperti misalnya di Perumahan Sawojajar,” tuturnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Feeder Trans Jtim #dishub #bosda #APBD