MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selain penataan fisik, Pemkot Malang berencana memperbaiki manajemen di pasar tradisional. Mulai 2026 ini akan dilakukan pembenahan pengelolaan pasar melalui sistem digitalisasi. Dimulai dengan pendataan ulang terhadap lapak-lapak pedagang.
Untuk diketahui, digitalisasi manajemen pasar itu sudah disiapkan sejak tahun lalu. Yang pertama kali mendesak yakni DPRD Kota Malang. Mereka melihat selama ini belum ada data pasti terkait jumlah pedagang di pasar tradisional.
Sehingga penentuan target retribusi selalu berbasis pada perkiraan, tanpa memiliki basis data yang jelas. Rencana program digitalisasi itu merupakan kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag).
Kepala Diskominfo Kota Malang M. Nur Widianto menyampaikan, ada 10 pasar yang dipilih dalam program digitalisasi tahap pertama. Pemilihan itu berdasar pertimbangan diskopindag. Pihaknya hanya melakukan pendataan sekaligus menyiapkan sistem aplikasi.
Widianto menyampaikan, 10 itu di antaranya Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Sukun, Pasar Klojen, Pasar Buku Wilis dan Pasar Sawojajar. Selanjutnya yakni Pasar Talun, Pasar Lesanpuro, Pasar Gadang Lama, Pasar Bunul, dan Pasar Kasin. ”Data yang akan ditampilkan pada database di antaranya profil pasar, data pedagang, data komoditas, denah lapak,” terang dia.
Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan database lanjutan. Pembangunan aplikasi tahap kedua itu berfokus pada digitalisasi pengelolaan retribusi pasar. ”Kami bersama dengan diskopindag masih mengembangkan tahap kedua. Sudah pasti terkait retribusi, sementara fitur lainnya akan dibahas lagi,” jelasnya.
Di tempat lain, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji meminta proses digitalisasi itu segera dirampungkan tahun ini. Sehingga pada 2027 tinggal melaksanakan program e-retribusi. ”Sistemnya sudah ada, tetapi input data ini memang cukup lama. Karena ada data versi pedagang dan ada data versi dinas,” paparnya.
Baca Juga: QRIS Resmi Merambah Jepang dan Tiongkok, Digitalisasi Rupiah Tembus Pasar Global
Jika waktu tidak memungkinkan, legislatif akan mendorong 10 pasar itu dijadikan pilot project e-retribusi. Sehingga sisanya 16 pasar akan dilanjutkan tahun depan. ”Kalau di tahun ini sudah bisa e-retribusi secara bertahap, bisa langsung dievaluasi, apakah benar bisa meningkatkan perolehan retribusi,” tutur Bayu. (adk/by)
Editor : A. Nugroho