KEPANJEN, RADAR MALANG - Pembangunan Alun-Alun Kepanjen terus digodok Pemkab Malang. Salah satunya melalui kegiatan sarasehan publik Alun-Alun Kepanjen bertema membaca wajah ibukota Kabupaten Malang di Pendopo Panji, Kecamatan Kepanjen beberapa waktu lalu.
Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar menyebut, membaca wajah ibu kota berarti memahami identitas, karakter, cita-cita, dan arah masa depan Kabupaten Malang. Menurutnya, sebagai ibu kota Kabupaten Malang, Kepanjen terus berkembang menjadi pusat pemerintahan, pelayanan publik, perekonomian, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat.
“Partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kepanjen ke depan,” katanya. Dia menjelaskan, pemanfaatan ruang publik, termasuk rencana pengembangan kawasan Alun-Alun Kepanjen, saat ini menjadi perhatian. Berbagai gagasan yang berkembang mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap wajah ibu kota Kabupaten Malang di masa mendatang.
Menurutnya, alun-alun bukan hanya ruang terbuka hijau, tetapi juga simbol identitas kota, ruang interaksi sosial, ruang budaya, ruang edukasi, sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. “Kami berkomitmen mengedepankan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanfaatan publik,” ucapnya.
Dia menegaskan, setiap langkah pembangunan harus mempertimbangkan tata ruang, lingkungan hidup, aksesibilitas, pelestarian budaya, hingga kepentingan generasi mendatang.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“Saya meyakini, daerah yang baik bukanlah daerah yang dibangun hanya oleh pemerintah, melainkan dibangun bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Budiar. Karena itu, suara dan masukan masyarakat memiliki peran yang sangat berharga dalam merumuskan arah pembangunan Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang.
Indah Mei Yunita
Editor : A. Nugroho