MALANG, RADAR MALANG - Dalam rangka mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai swasembada pangan melalui modernisasi pertanian, maka diseminasi teknologi yang aplikatif dan maju menjadi hal yang sangat krusial. Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP Tanaman Aneka Kacang) berkomitmen untuk terus merakit, menguji, serta memperkenalkan berbagai teknologi pertanian modern untuk mengoptimalkan produktivitas komoditas aneka kacang di Indonesia.
Pada tahun 2026, kegiatan BRMP Tanaman Aneka Kacang berfokus pada komoditas kedelai.
Sebagai upaya mendukung modernisasi pertanian, BRMP Tanaman Aneka Kacang melakukan Perekayasaan Teknologi Alsintan Prapanen dan Pascapanen untuk komoditas kedelai dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, dan menarik minat generasi muda untuk bertani. Alsintan yang sudah dirakit untuk tanaman kedelai meliputi alsin tanam, sortasi biji/benih (grader), dan pengering tenaga surya. Selain perakitan alat pertanian, BRMP Tanaman Aneka Kacang melakukan perakitan Varietas Unggul Baru (VUB) kedelai berbiji besar (dengan bobot >25 g/100 biji) dan Potensi Hasil Tinggi (≥3,50 t/ha).
Hal ini didasari atas preferensi petani dan pengrajin tempe terhadap kedelai berbiji besar. Dari 120 varietas kedelai yang ada di Indonesia, hanya ada 2 varietas yang memiliki ukuran biji terbesar dan banyak disukai yaitu Grobogan (18 g/100 biji) dan Dega 1 (22,98 g/100 biji). Kegiatan perakitan VUB kedelai beribiji besar ini dilakukan dengan menguji 30 galur harapan calon varietas unggul kedelai berbiji super besar, yaitu 25 g/100 biji hingga 40 g/100 biji dengan potensi hasil ≥3,50 t/ha.
Hasil yang diharapkan adalah galur terpilih yang diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru pada tahun 2027.
BRMP Tanaman Aneka Kacang juga melakukan produksi benih sumber aneka kacang, termasuk kedelai. Target produksi tahun 2026 adalah benih sumber kedelai sebanyak 25 ton yang terdiri 3 ton benih kelas Benih Penjenis (BS), 6 ton benih kelas Benih Dasar (BD), dan 6 ton benih kelas Benih Pokok (BP). Benih sumber tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan benih kelas benih sebar (BR) untuk luasan 644.000 ha. Benih-benih VUB yang ditanam adalah Dega 1 yang memiliki keunggulan ukuran biji besar (lebih besar dari kedelai impor), potensi hasil tinggi (3,82 t/ha), berumur genjah 75 hari, dan adaptif untuk lahan sawah. Selain itu, ditanam pula varietas Derap 1 (kedelai tahan hama pengisap polong), Detap 1 (kedelai tahan pecah polong), Devon 1 ( kedelai kaya isoflavon), Denasa 2 (kedelai tahan naungan berbiji besar), Detam 1, Detam 2, Detam 3, Detam 4 (kedelai hitam untuk bahan baku kecap), Osoya 2 (kedelai untuk bahan baku snack bar), dan Dering 2 (kedelai toleran kekeringan).
Selain VUB, BRMP Tanaman Aneka Kacang merakit Teknologi Budidaya Kedelai Produktivitas Tinggi, dengan produktivitas >3,5 t/ha merupakan salah satu upaya pengembangan inovasi teknologi yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta mendukung program swasembada kedelai nasional. Perakitan Teknologi Budidaya ini juga dalam rangka memaksimalkan potensi produktivitas varietas unggul kedelai. Upaya peningkatan produktivitas melalui:
(1) Maksimasi input dengan penggunaan pupuk organik dan anorganik
(2) Efisiensi input dengan penggunaan pupuk organik dan asam humat
(3) Peningkatan populasi tanaman melalui pengaturan jarak tanam
Selain pelaksanaan tugas dan fungsi, sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian untuk Peningkatan Produktivitas dan Swasembada Pangan Nasional, maka BRMP Aneka Kacang mendukung program Penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) Padi. BRMP Tanaman Aneka Kacang melakukan demonstrasi model budidaya padi dengan PM-AAS.
Model ini mengintegrasikan berbagai inovasi teknologi budidaya spesifik lokasi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sarana produksi, serta menekan biaya usaha tani. Komponen teknologi utama yang diterapkan, yaitu: a) Pengujian status kesuburan tanah sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemupukan, b) penggunaan varietas unggul adaptif dan benih bermutu, c) sistem tanam benih langsung menggunakan drum seeder, d) penerapan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, e) aplikasi herbisida dan pestisida menggunakan drone pertanian, dan f) mekanisasi pada setiap tahapan budidaya.
Untuk demonstrasi PM-AAS yang dilakukan oleh BRMP Tanaman Aneka Kacang, hasil ubinan yang dilakukan oleh BPS menunjukkan produktivitas sebesar kurang lebih 8,4 ton/ha dengan menggunakan varietas Inpari 49 dan Inpari 32. Tren peningkatan hasil disumbang oleh jumlah rumpun tanaman lebih banyak pada metode PM-AAS. Produktivitas dapat meningkat dengan pemilihan varietas yang memiliki potensi hasil tinggi serta praktik budidaya yang spesifikasi lokasi sehingga diharapkan produktivitas padi meningkat dari rata-rata produktivitas nasional. Model PM-AAS ini dapat menjadi salah satu alternatif teknologi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional serta percepatan pencapaian swasembada pangan. (*)
Editor : A. Nugroho