Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selama Setahun, UM Tutup Satu Prodi

N
LAKUKAN EVALUASI: Universitas Negeri Malang menutup Prodi Pendidikan Seni Keguruan bukan karena tak relevan dengan industri. Tapi, akibat sepi peminat.
LAKUKAN EVALUASI: Universitas Negeri Malang menutup Prodi Pendidikan Seni Keguruan bukan karena tak relevan dengan industri. Tapi, akibat sepi peminat.

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penutupan program studi (Prodi) karena tidak relevan dengan industri jadi wacana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 2026. Di Universitas Negeri Malang (UM) baru menutup satu Prodi tahun ini. Adalah Pendidikan Seni Keguruan dari Fakultas Sastra (FS). 

Alasannya, bukan tak relevan dengan industri. Namun, dalam dua tahun terakhir Prodi tersebut sepi peminat.

Advertisement

Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd menjelaskan, selama ini pertimbangan UM menutup atau membuka Prodi murni berdasar peminat. Sebab, kampus hadir untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan generasi muda. Apabila peminat sedikit, mau tidak mau Prodi itu diganti nama, diperbarui kurikulumnya, atau pilihan terburuknya ditutup.

”Tiap semester kami juga evaluasi dan memetakan Prodi mana saja yang butuh perbaikan,” ujar Hariyono. Sebab, pertimbangan kebutuhan industri saja tidak cukup untuk meniadakan atau menghadirkan Prodi. Apalagi tugas utama kampus adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang isinya tak semua tentang industri.

Sebagai contoh Prodi ilmu sejarah, saat pakar di bidang itu bertemu dengan investor industri tidak langsung kelihatan keterkaitannya. Namun, saat diperluas makna sejarah, keterkaitannya di dunia industri justru melekat. Seperti saat ini UM berkolaborasi dengan Jatim Park mengembangkan kawasan industri pariwisata berdasar observasi sejarah.

Menurutnya, penutupan Prodi harus dilihat dari banyak sisi. Termasuk pertimbangan penting atau tidaknya keilmuan itu. Apabila hanya bergantung pada industri, justru kampus bakal kehilangan identitas keilmuannya.

Namun tanpa terlalu berkiblat pada industri, pembelajaran di UM sudah sangat baik. Tiap tahun, setidaknya ada 45 persen lulusan yang langsung terserap di dunia kerja. Lalu 15 persennya melanjutkan studi. ”Sisanya banyak yang berwirausaha, kalau dari kampus kami paling mendominasi dari sastra,” kata dia. (aff/gp)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

UKT Prodi PJJ Sama dengan Kuliah Reguler

UKT Prodi PJJ Sama dengan Kuliah Reguler

Model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online mulai populer saat pandemi. Tapi, efektivitas belajar tanpa tatap muka itu masih banyak dipakai hingga saat ini di kampus-kampus. Salah satunya, di Universitas Negeri

Perlu Kajian Mendalam sebelum Menutup Prodi, Tak Boleh Hanya

Perlu Kajian Mendalam sebelum Menutup Prodi, Tak Boleh Hanya

Wacana penutupan program studi (Prodi) yang tak lagi relevan dengan industri mulai terjadi di ranah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Pilihan Kuliah Vokasi: Deretan Prodi D4 Soshum Terbaik Terakreditasi Unggul di Malang

Pilihan Kuliah Vokasi: Deretan Prodi D4 Soshum Terbaik Terakreditasi Unggul di Malang

Program Sarjana Terapan (D4) bidang Bisnis dan Sosial Humaniora (Soshum) semakin diminati karena menawarkan kurikulum praktis yang siap kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer