Sementara total inflasi MtM dari Mei ke Juni mencapai 0,43 persen.
Baca Juga: Berburu BBM Subsidi sampai Antrean Kendaraan Mengular
”Khusus penyumbang inflasi terbesar pertama yaitu (harga) BBM dengan andil 0,22 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin MSi.
Posisi kedua ditempati bawang merah yang harganya juga naik sehingga mengambil andil inflasi 0,06 persen. Inflasi bulan Juni memang didominasi kenaikan harga sektor kendaraan dan transportasi. Namun beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah dan bawang putih juga punya andil.
Sebab ada keterbatasan pasokan sebelum masuk masa panen. Di tempat lain, Area Manager Communication, Relation & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi menuturkan, kenaikan harga BBM tak bisa dihindari. Sebab itu merupakan kebijakan nasional setelah melalui banyak pertimbangan.
Baca Juga: Wali Kota Malang Kaji Kemungkinan Driver Ojol Dapat Subsidi BBM
Namun sejak ada kenaikan harga Pertamax, pergeseran konsumen mulai terasa. ”Memang ada perubahan pola konsumsi dari pengguna Pertamax beralih ke Pertalite, tapi tidak signifikan,” ujar Ahad. Untuk itu, pihaknya memastikan distribusi BBM terutama Pertalite tetap lancar dan merata.
Sebab peminatnya sedang meningkat meski belum ada penambahan kuota penyaluran. Terbaru, PT Pertamina (Persero) mulai menurunkan harga BBM secara bertahap. Dimulai dari Pertamax Turbo dari Rp 20.750 menjadi Rp 19.300 per liter. Begitu juga dengan Pertamax Dex dari harga Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter. (aff/by)
Editor : A. Nugroho