GONDANGLEGI, RADAR MALANG - Pemkab Malang berencana memperbaiki Terminal Gondanglegi, namun realisasinya menunggu kepastian beroperasinya Bus Trans Jatim koridor II. Jika tak ada aral, Pemprov Jatim akan mengoperasikan Bus Trans Jatim jurusan Hamid Rusdi-Gondanglegi Kepanjen.
Sebelumnya, Pemprov sudah mengoperasikan Bus Trans Jatim jurusan Hamid Rusdi-Landungsari-Kota Batu. Okupansinya sangat tinggi, sehingga pemprov berencana menambah satu jalur lagi.
Baca Juga: Terminal Talangagung Disiapkan Jadi Titik Akhir Trans Jatim Koridor II, Rute Masih Dikaji
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, Bus Trans Jatim rute Malang-Kepanjen lewat Gondanglegi itu sampai sekarang masih belum fixed. “Kami masih menunggu kepastian dari Provinsi. Kalau benar lewat Gondang legi, ya akan ada perbaikan, sekaligus mendukung rencana terminal itu jadi tempat transit wisata ke Malang Selatan,” kata dia.
Ia menambahkan, di terminal tersebut terdapat beberapa kerusakan. Di antaranya di area gate keluar dan masuk, ruang tunggu penumpang, toilet, musala, lapangan parkir kendaraan, dan paving di area terminal. Hal itu juga diperlihatkan dari hasil pengamatan wartawan koran ini di lokasi kemarin.
Atap kanopi penaungang kutan umum yang terbuat dari asbes juga ada yang pecah. Kursi tunggu penumpang hanya tinggal dua. Itu pun tidak lengkap rangka besi. Juga toilet umum yang ditutup, tapi terlihat kusam dari luar.
Baca Juga: Usulkan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Henti Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya
“Nanti akan disurvei Dishub provinsi, kalau memang jadi lewat Gondanglegi. Terkait apa-apa saja yang rusak dan mana yang perlu dibangun untuk menunjang operasional Trans Jatim,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Eko mengatakan, terminal yang terletak persis di tepi Jalan Gondanglegi-Bantur-Balekambang tidak pernah dimasuki angkutan umum sejak beberapa tahun lalu. Terutama angkutan rute Hamid Rusdi-Gondang legi-Balekambang.
“Angkutan ke Bantur tidak ada yang masuk karena terminal kami tipe C, hanya bisa dimasuki angdes kami jurusan Talangagung-Gondanglegi-Turen,” terang mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu.
Sementara angdes jurusan Turen kini sangat jarang terlihat. Pasalnya, dari empat unit yang terdata di Dishub Kabupaten Malang, hanya satu yang benar-benar jalan. Itu juga tidak masuk ke terminal. Hanya berhenti di depan Pasar Gondanglegi lalu meneruskan perjalanan sampai Turen. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho