Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gempa Kecil Tapi Sering, Ini Pentingnya Kesiapsiagaan Warga Sulteng Hadapi Bencana

A
Penulis: Aqila Sahira Dewi❯
Gempa Mag:3.3, 08-Jul-2026  SIGI-SULTENG: BMKG (Foto: Instagram infopalu)
Gempa Mag:3.3, 08-Jul-2026 SIGI-SULTENG: BMKG (Foto: Instagram infopalu)

Advertisement

MALANG, RADAR MALANG – Wilayah Sulawesi Tengah Kembali diguncang gempa bumi pada Rabu (8/7/2026) siang. Kali ini, pusat gempa berada di sekitar 43 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, dengan kekuatan magnitudo 3,3 dan kedalaman 5 kilometer.

Meski tergolong kecil, gempa ini menambah panjang daftar rangkaian guncangan yang terus terjadi di wilayah tersebut selama lebih dari tiga minggu terakhir. Rangkaian gempa di Sigi bermula dari gempa utama berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 16 Juni 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa utama itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sekitar 125 orang terluka, serta lebih dari 2.300 rumah rusak di sembilan kecamatan di Kabupaten Sigi. Selain rumah warga, puluhan tempat ibadah, sekolah, hingga gedung perkantoran juga terdampak.

Sejak gempa utama tersebut, BMKG terus mencatat gempa susulan dalam jumlah besar. Data yang dihimpun menunjukkan jumlah gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,3. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa-gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Palolo, salah satu sesar aktif yang melintasi wilayah Sulawesi Tengah.

Oleh sebab itu, warga diimbau untuk tetap menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak, serta memastikan hanya mengikuti informasi resmi dari kanal terverifikasi seperti akun media sosial @infoBMKG dan situs resmi BMKG.

Advertisement

Sejumlah langkah kesiapsiagaan sederhana juga bisa mulai diterapkan warga di lingkungan masing-masing, seperti menata ulang perabotan rumah agar tidak mudah roboh saat terjadi guncangan, mengenali jalur evakuasi terdekat, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok darurat.

Kebiasaan sederhana ini penting karena gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, sehingga kesiapan warga menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil saat bencana benar-benar terjadi.

 

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber

Artikel Terkait

Gempa Terkini Gorontalo M5,4, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Terkini Gorontalo M5,4, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Gorontalo dan sekitarnya pada Senin (12/10/2026) dini hari.

Gempa M5,2 Guncang Lombok, BMKG Sebut Bukan Dipicu Sesar Aktif di Daratan

Gempa M5,2 Guncang Lombok, BMKG Sebut Bukan Dipicu Sesar Aktif di Daratan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026) dini hari.

Gempa M5,1 Guncang Manggarai Timur, Ribuan Rumah Rusak

Gempa M5,1 Guncang Manggarai Timur, Ribuan Rumah Rusak

Gempa M5,1 mengguncang Manggarai Timur, NTT, Senin (21/9). BNPB mencatat ribuan rumah rusak dan puluhan ribu warga masih bertahan di pengungsian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer