Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.000 Peserta Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Lima Zona

Andika Satria Perdana • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:48 WIB

 

PROGRAM PUSAT: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) ikut turun melakukan kerja bakti di sekitar Alun-Alun Merdeka, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
PROGRAM PUSAT: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kanan) ikut turun melakukan kerja bakti di sekitar Alun-Alun Merdeka, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Personel gabungan dari berbagai instansi melakukan korve atau kerja bakti di sekitar Alun-Alun Merdeka, kemarin. Itu merupakan implementasi dari gerakan nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, dan Resik). Total ada sekitar seribu petugas yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

Kepala Satpol PP Kota Malang Heru Mulyono mengatakan, korve itu dibagi dalam lima zona. Pembagian itu dilakukan agar pengendalian personel di lapangan lebih efektif. Sekaligus memastikan tidak ada ruas jalan yang luput dari penanganan.

 Baca Juga: Malang Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Indonesia Asri, Kemendagri Minta Daerah Rutin Kerja Bakti

Zona A berada di Jalan Merdeka Timur. Mulai dari Pojok Ramayana, depan Pendapa Kabupaten Malang, hingga kawasan pertokoan Pojok (eks Siswa). Zona B dimulai dari Pojok KPPN, Kantor Pos, Hotel Pelangi sampai SD Negeri Kauman I. Sedangkan Zona C mencakup Jalan Merdeka Barat. 

Mulai dari Bank Mandiri, Masjid Jami, Jamkrindo hingga Gereja GPIB Immanuel. ”Teman-teman dari Satpol PP Kabupaten Malang ditempatkan di Zona A. Karena membantu kawasan depan Pendapa Kabupaten Malang,” terangnya. Heru menambahkan, untuk personel dari Kota Batu ditempatkan di Zona B bersama regu damkar untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan. 

Selanjutnya, Zona D meliputi Jalan Merdeka Utara. Mulai dari kawasan Bank Indonesia, Kantor Pajak, Sarinah, Gereja Paroki Hati Kudus Kajoetangan hingga Taman Wilhelmina (Patung Chairil Anwar). Sementara Zona E mencakup koridor Jalan Basuki Rahmat atau Kajoetangan Heritage. Mulai dari Hotel Riche, Gramedia, Toko Oen, Telkom, JPO hingga trotoar Simpang Kajoetangan.

 Baca Juga: Malam Longsor, Pagi Warga Kecamatan Jabung Kerja Bakti

Heru menjelaskan, setiap zona diperkuat personel gabungan. Berasal dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), aparatur sipil negara (ASN), kader lingkungan, Satlinmas, hingga pelajar. ”Penggabungan dari berbagai komponen menunjukkan semangat gotong royong dalam aksi Indonesia Asri,” tandasnya. 

Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA menegaskan, kerja bakti itu diharapkan tidak sekadar formalitas semata. Pihaknya meminta gotong-royong dimulai dari lingkungan terkecil, yakni RT atau RW. 

”Saya minta kepala daerah melaksanakan korve pada hari tertentu. Baik di dinas maupun di sekolah,” jelasnya. Safrizal menyampaikan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk memantau pelaksanaan gerakan Indonesia Asri di berbagai daerah. 

Pemerintah pusat meminta kerja bakti tidak hanya dilakukan ASN pemerintah. Namun, warga juga dilibatkan agar tercipta kebersihan atau kesadaran menjaga kebersihan bersama-sama. ”Dengan lingkungan aman dan bersih, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakatnya,” tutur Safrizal. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#KKPN #kerja bakti #Asri #GPIB