MALANG KOTA, RADAR MALANG - Teknis operasional angkot pelajar gratis terus dimatangkan. Setelah finalisasi 15 rute, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai menghitung kesiapan armada. Seperti diberitakan, total ada 80 armada angkot yang akan beroperasi melayani pelajar.
”Nanti masing-masing rute bakal diisi lima sampai enam angkot,” terang Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra. Rute yang dilewati angkot-angkot disusun atas tiga aspek. Meliputi rute bus sekolah yang sebelumnya sempat beroperasi di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.
Baca Juga: Operasional Angkot Pelajar di Kota Malang Tunggu Mekanisme Penyaluran Subsidi
Aspek lainnya, angkot-angkot juga bakal tetap melintas atau beroperasi di rute-rute yang sudah ada. Mereka bisa mengangkut penumpang umum di luar jam berangkat maupun jam pulang sekolah. Sebab dalam program ini, angkot tidak hanya untuk pelajar, namun juga sebagai kendaraan pengumpan (feeder) Bus Trans Jatim.
Kemudian juga ada rute-rute baru untuk angkot pelajar. Yakni rute yang menuju SMP Negeri 23 Kota Malang dan SMP Negeri 25 Kota Malang. Sebelumnya, tidak ada angkot-angkot yang mengarah ke sana.
Selain jumlah armada pada setiap rute, Jaya menyebut selebihnya seluruh armada sudah siap mengaspal. ”Kebetulan tidak ada rambu-rambu yang perlu ditambah. Untuk prasarana, kami menggunakan yang sudah ada,” terang pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Baca Juga: Skema Subsidi Angkot Pelajar di Kota Malang Dihitung Per Jarak Tempuh, Bukan Jumlah Siswa
Demikian pula dengan titik henti. Nanti itu akan disosialisasikan bahwa di masing-masing rute memiliki titik henti. Sebagai contoh, rute satu memiliki titik henti di Kantor Disdikbud Kota Malang, Lapangan Merjosari, dan pertigaan kawasan Joyogrand.
Contoh lain di rute dua yang memiliki titik henti di SMP Negeri 23, Wonokoyo, Jalan Malik Dalam, SMP Negeri 10, dan SMP Negeri 27. ”Jadi angkot tidak ngetem atau berhenti di sembarang tempat,” tegas Jaya.
Disinggung apakah guru atau tenaga pendidik bisa memanfaatkan layanan itu, Jaya menyampaikan bahwa saat ini angkot pelajar difokuskan untuk para siswa saja. ”Kami belum bicara untuk guru atau tenaga pendidik,” imbuhnya.
Jaya menambahkan, pekan depan rencananya rancangan peraturan wali kota (ranperwal) akan ditandatangani Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Kemudian setelah koperasi angkot benar-benar siap, angkot pelajar gratis bakal beroperasi.
Seperti diberitakan, koperasi angkot itu bakal menerima penyaluran subsidi. Dari koperasi itulah penyaluran subsidi ke para sopir angkot dilakukan. Nilai subsidi sudah disepakati di angka Rp 6 ribu per kilometer. (mel/by)
Editor : A. Nugroho