SUMBERPUCUNG – Wilayah yang terimbas kekeringan di Bumi Kanjuruhan meluas. Krisis air bersih yang semula dialami warga dua desa di dua kecamatan, kini mulai merambah Sumberpucung.
Lokasi terbaru yang melaporkan terjadi krisis air bersih adalah Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai mendistribusikan air bersih pada 19 Agustus lalu.
Sebelumnya, Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Tumpakrejo di Kecamatan Gedagan melaporkan telah mengalami krisis air bersih. Mereka mengajukan permohonan dropping air bersih. Warga Desa Sumberagung pertama kali mendapatkan pasokan air bersih pada 8 Agustus lalu. Hingga kini, total air bersih yang masuk ke desa mereka mencapai 90 ribu liter.
Kemudian disusul Desa Tumpakrejo pada 12 Agustus lalu. Desa yang dihuni sekitar 1.257 jiwa itu mengajukan kiriman air bersih. Hingga kini sudah mendapatkan kiriman 75.000 liter air bersih.
“Untuk dua desa itu (Sumberagung dan Tumpakrejo), kami sudah dropping 185.000 liter air bersih, termasuk kiriman air bersih Puskesmas Sitiarjo,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (20/8).
Kemudian Rabu lalu (19/8) pihaknya mengirim air bersih ke Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Untuk diketahui, kekeringan terakhir di Karangkates terjadi pada 2023 lalu. Sementara 2024 dan 2025 aman. Tidak mengalami krisis air bersih
Sadono mengatakan, Pemdes Karangkates sudah mengirim surat yang menyatakan bahwa warga di Dusun Karangkates dan Dusun Bandung membutuhkan dropping air bersih.
“Mereka menyatakan sebagian sumber air dan sumur mengalami kekeringan. Akhirnya minta bantuan ke kami,” kata dia.
Di dua dusun tersebut terdapat 365 KK dengan 1.645 jiwa. Mereka tidak mempunyai bersih, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk keperluan mencuci pakaian, mandi, dan memasak.
Tak lama setelah surat itu dilayangkan ke BPBD, mereka mendapat kiriman 12 unit tandon air.
“Tanggal 19 Agustus sudah kami coba pengiriman air bersih ke sana. Sebanyak 13.600 liter air pakai unit tangki milik Perum Jasa Tirta (PJT) I,” imbuh Sadono.
Namun dari pengiriman tersebut, dia mengatakan, belum tercatat berapa jumlah penerima manfaat. Artinya, air langsung di-drop di tandon dan ditinggal oleh petugas. Warga yang membutuhkan bisa langsung mengambil di tandon tersebut.
“Untuk hari ini (kemarin, 20/8) kami belum kirim lagi ke sana (Karangkates). Menyesuaikan kebutuhan di sana saja,” kata dia.
”Setelah itu kami lanjut lagi mengirim air bersih ke Sumberagung dan Tumpakrejo,” tambah pejabat eselon III B Pemkab Malang.
Dengan demikian, catatan per 19 Agustus total air bersih yang didistribusikan mencapai 198.600 liter air. Dengan total penerima manfaat 2.224 KK atau 7.606 jiwa.
Dalam asesmen sebelumnya, Sumberpucung tidak masuk dalam wilayah rawan kekeringan. Wilayah yang berpotensi dilanda kekeringan adalah Kalipare, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Pagak, dan Bantur.
“Untuk dropping air bersih di wilayah lain, kami menunggu pengajuan resmi dari desa terdampak,” tandas Sadono. (biy/dan)
Editor : Mahmudan