Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angkutan Pelajar di Kota Malang Bakal Dibagi dalam Beberapa Shift 

A
Ilustrasi Angkutan Pelajar (freepik)
Ilustrasi Angkutan Pelajar (freepik)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Karena ada penambahan armada, operasional program angkutan pelajar gratis di Kota Malang juga ikut berubah. Sopir angkot bakal dibagi beberapa shift. 

Misalnya sopir nomor 1 sampai 5 jalan pada hari Senin. Kemudian nomor 6 sampai 10 jalan pada hari Selasa. Pada Rabu, kembali ke sopir nomor 1 sampai 5.

Advertisement

Seperti diberitakan, sebelumnya ada 80 angkot yang dilibatkan. Jumlahnya ditambah menjadi 96 angkot. Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyebut, penambahan armada itu tetap disertai dengan persyaratan ketat. 

Sesuai perwali, ada dua syarat utama untuk mengikuti angkutan pelajar. Yang pertama kendaraan lolos Uji KIR. Berikutnya juga harus dilengkapi dengan kartu pengawas. Dalam kartu pengawas, ada poin tentang ketaatan pembayaran pajak kendaraan. 

Sembari menunggu proses audit internal koperasi, Ipung menyebut bahwa sopir masih melakukan beberapa perbaikan untuk memenuhi syarat. 

Advertisement

Bagi mereka yang sesuai kriteria, armada bakal langsung dipasangi stiker dan GPS sebagai alat pemantauan. ”Pemantauannya nanti menggunakan aplikasi dari Pemprov Jatim. Kami mendapatkan bantuan sistem pengawasan itu,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, penggunaan stiker itu dilakukan untuk membedakan angkutan pelajar dengan angkot biasa.

Ketika program berjalan, tidak ada syarat spesifik siswa menggunakan program tersebut. ”Cukup hanya berseragam dan naik angkot yang berstiker. Otomatis gratis,” tuturnya. 

Jaya menekankan, penghitungan subsidi tidak dilakukan berbasis jumlah penumpang. Namun dasarnya menggunakan jarak tempuh. Per kilometer, disepakati subsidi senilai Rp 6.700. ”Jadi meskipun siswa naik angkot dua trayek berbeda tetap gratis,” ucapnya 

Rute angkatan pelajar mengacu pada jalur yang digunakan Bus Halokes. Kemudian ditambah dengan trayek angkot. Dengan begitu, angkot bisa menjangkau pelajar lebih merata. ”Kami berharap pelajar bisa naik dan turun di titik henti yang ditentukan. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” imbuh Jaya. 

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Libatkan 96 Armada, Program Angkutan Pelajar di Malang Bisa Dimulai Akhir Agustus

Libatkan 96 Armada, Program Angkutan Pelajar di Malang Bisa Dimulai Akhir Agustus

Finalisasi program angkutan pelajar membutuhkan waktu yang cukup lama. Setelah peraturan wali kota (Perwali) diterbitkan Juli lalu, masih ada beberapa poin yang perlu dituntaskan. Diperkirakan program itu bisa dijalankan

Trans Jatim Sudah Ada, DPRD Kota Malang Dorong Feeder dan Angkutan Pelajar Segera Beroperasi

Trans Jatim Sudah Ada, DPRD Kota Malang Dorong Feeder dan Angkutan Pelajar Segera Beroperasi

DPRD Kota Malang meminta Pemkot segera mengoperasikan feeder dan angkutan pelajar serta mengintegrasikan transportasi umum dengan Trans Jatim.

Armada Angkutan Pelajar di Kota Malang Bertambah dari 80 Menjadi 160 Unit, Anggaran Tetap Rp 1,9 Miliar dalam Setahun

Armada Angkutan Pelajar di Kota Malang Bertambah dari 80 Menjadi 160 Unit, Anggaran Tetap Rp 1,9 Miliar dalam Setahun

Makin banyak jumlah angkot yang dilibatkan dalam program angkutan pelajar. Itu karena jumlah angkutan pelajar berpotensi bertambah, dari sebelumnya 80 menjadi 160 armada.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer