Soehat Masuk Usulan Rute Trans Jatim

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:44 WIB
TUNGGU ACC JATIM: Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) diusulkan Dishub Kota Malang sebagai rute Bus Trans Jatim koridor dua. 
TUNGGU ACC JATIM: Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) diusulkan Dishub Kota Malang sebagai rute Bus Trans Jatim koridor dua. 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Usulan rute untuk Bus Trans Jatim koridor dua terus dimatangkan. Terutama rute yang mengarah ke Kota Malang. Sampai sekarang belum ada penetapan rute dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim.

Dalam menentukan rute itu, Dishub Provinsi Jatim juga mempertimbangkan usulan dari perangkat daerah terkait. Untuk rute yang menuju ke Kota Malang, Dishub Provinsi Jatim berkoordinasi dengan Dishub Kota Malang.

 Baca Juga: Tambah Pagar Pengaman di Jembatan Soehat Malang, Ternyata Begini Alasannya

Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, ada beberapa usulan rute yang sedang digodok. "Pertama, usulan rute dari Terminal Arjosari ke Terminal Hamid Rusdi atau sebaliknya lewat kawasan Sulfat," kata dia, kemarin (24/8).

Untuk rincian jalan-jalan yang dilewati dari Terminal Hamid Rusdi. Kemudian, bus mengarah ke Jalan Ahmad Yani (depan Malang Creative Center), Jalan Laksda Adi Sucipto, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Sulfat, kawasan Sawojajar, Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjend Sungkono, hingga ke Terminal Hamid Rusdi. 

Kemudian muncul usulan rute agar Bus Trans Jatim lewat kawasan Soekarno-Hatta (Soehat). "Jadi nanti dari Terminal Arjosari, bus lewat Jalan Soehat, Jalan Mayjend Panjaitan (Bethek), Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Jalan Basuki Rahmat (depan PLN dan BCA), Jalan Tugu (depan Balai Kota Malang), hingga ke Terminal Hamid Rusdi," ungkap Jaya.

 Baca Juga: Trotoar Soehat Malang Berubah Jadi Area Parkir

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu keputusan dari Dishub Provinsi Jatim. Upaya lain seperti penetapan patok untuk titik henti yang menjadi shelter atau rambu di Kota Malang juga belum dilakukan.

"Informasi terakhir, pengadaan koridor dua Trans Jatim menunggu perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026," tegas Jaya. Selanjutnya, untuk realisasi pada Oktober mendatang dilakukan bersamaan dengan hari jadi Provinsi Jatim.

Sementara untuk koordinasi dengan paguyuban angkutan kota (angkot) sejauh ini berjalan dengan baik. Pasca pertemuan di Harris Hotel & Convention pada 3 Juli, menurut Jaya, perencanaan koridor dua berlangsung dengan baik. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Angkot Trans Jatim dishub soehat