KEPANJEN – Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi kebakaran di kawasan Gunung Butak. Selain menggerojok air menggunakan helikopter, juga dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) alias hujan buatan. Tim sudah menebar 4,8 ton garam, namun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlanjut.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur Maksum Purwanto mengatakan, hasil penyemaian awan sudah menghasilkan hujan di Banyuwangi, Malang, dan Lumajang. Namun belum sampai merambah Gunung Butak.
“Kalau untuk Butak, memang belum sampai hujan. Semoga nanti berhasil,” ujar Maksum dalam rapat koordinasi OMC kemarin (8/9).
Dia mengatakan, OMC berlangsung sejak 3 September lalu. Dijadwalkan berakhir hari ini (9/9). Menurut dia, operasi tersebut tidak serta-merta menghasilkan hujan karena pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai.
“Hasilnya memang tergantung kondisi atmosfer. Kalau ada potensi awan yang berpotensi menghasilkan hujan jika disemai, tentu kami upayakan,” jelasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, OMC tidak otomatis diperpanjang apabila hujan belum turun di seluruh wilayah sasaran. Kelanjutan operasi setelah 9 September masih bergantung pada permintaan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) selaku pengguna layanan.
“Kalau nanti ada perintah lagi, ya dilanjutkan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, katanya, OMC melibatkan satu pesawat dan satu drone. Sekitar 13 personel BMKG, pelaksana atau vendor, serta TNI disiagakan untuk mendukung operasi.
Maksum menyebut bahwa penggunaan NaCl (garam) dalam penyemaian awan sejauh ini menunjukkan hasil efektif. Pasalnya, sebelum operasi dilakukan, sejumlah wilayah tidak menunjukkan indikasi hujan. Setelah penyemaian, hujan terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Timur.
Dia menambahkan, keberhasilan OMC di Gunung Butak-Kawi tetap ditentukan kondisi atmosfer. Targetnya bukan sekadar memunculkan hujan, tetapi menghasilkan curah hujan yang cukup untuk membantu membasahi kawasan rawan karhutla.
“Kalau sebisa mungkin ya hujan sampai bisa memadamkan, tapi tergantung kondisi,” pungkasnya.(ram/dan)
Editor : Mahmudan