MALANG KOTA – Penyaluran kredit per bankan di Kota Malang mencapai Rp27,12 triliun hingga Juli 2026. Nominal tersebut menjadi salah satu yang terbesar di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Sedang kan secara tahunan, penyaluran kredit di Kota Malang tercatat terkontraksi 5,52 persen. Data OJK menunjukkan, penyaluran kredit perbankan di Kabupaten Malang. mencatatkan Rp 33,72 triliun. Lalu disusul Kota Malang Rp 27,12 triliun, dan Kota Batu yang mencatat pe nyaluran kredit Rp 3,83 triliun. Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 3,62 persen secara tahunan.

Nilainya meningkat dari Rp108,39 triliun pada Juli 2025 me n jadi Rp112,32 triliun pa da Juli 2026. Penyaluran kredit di wilayah kerja OJK Malang secara umum masih didominasi kredit modal kerja dengan nilai Rp45,28 triliun atau 40,32 persen dari total kredit. Untuk Kota Malang penyaluran paling banyak digunakan sebagai modal kerja dengan persenta se 40,74 persen. Pertumbuhan itu, salah satunya dipicu Kota Malang m e miliki aktivitas ekonomi yang bera gam. ”Penyaluran kredit di wilayah kerja OJK Malang saat ini terfokus di sektor Rumah Tangga yang menyerap Rp 32,89 triliun, sektor Perdagangan Be sar dan Eceran serta Reparasi Mobil sebesar Rp 21,09 triliun, lalu Industri Pengolahan sebesar Rp 20,55 triliun,” kata Kepala OJK Malang Farid Faletehan. Menurutnya, pertumbuhan itu mencerminkan tingkat keperca yaan masyarakat terhadap industri perbankan di wilayah Malang dan sekitarnya Kredit investasi pertumbuhan capai 7,39 persen secara tahunan. Dari kategori debitur, kredit untuk non-UMKM mencapai Rp76,06 triliun, sedangkan UMKM sebesar Rp36,26 triliun. Sedangkan, rasio kredit ber masalah atau NonPerforming Loan (NPL) perbankan di wilayah kerja OJK Malang berada di level 3,37 persen pada Juli 2026. Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iding Pardi mengatakan, investasi Indonesia tumbuh positif. ” Market sangat potensial, banyak investor asing yang memantau. Tahun ini ada 31 juta investor,” katanya. (don/wb1/gp)
Editor : Aditya Novrian