Di daerah lain, ada yang menyebutnya dengan istilah kricik. Di Malang, sebutan yang familiar yakni icrik. Atau, duwek icrikan. Maknanya yakni uang koin atau uang recehan.
”Istilah itu diambil dari tiruan bunyi (onomatope). Berasal dari uang koin yang sa ling bersentuhan saat dikan tongi dan menghasilkan bunyi crikcrik,” jelas Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati. Hal serupa juga berlaku untuk istilah lainnya.
Seperti kata gedebuk, yang meng gambarkan jatuhnya seseorang atau barang. Juga istilah embek, yang berasal da ri tiruan suara kambing. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, icrik juga memiliki makna lain. Yakni sebagai alat musik. Biasanya disebut dengan kicrikan. Nama asli alat musik tersebut adalah tamborin. Belum diketahui secara pasti sejak kapan istilah icrik mulai digunakan di Malang Raya. Yang pasti, istilah tersebut masih cukup sering digunakan dalam percakapan seharihari. (adk/by)
Editor : Aditya Novrian