Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lingua Franca: Gak Keslem

B
Gak Keslem
Gak Keslem

Advertisement

”Lek onok wong ketok gak keslem, biasanya wonge gak kulino srawung,”

KOTA MALNG, RADAR MALANG - Istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang kurang maksimal. Biasanya, istilah gak keslem banyak diucapkan di kalangan pengusaha sound system.

Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati mengatakan, kata tersebut sebenarnya cukup melenceng dari asal mulanya. ”Kata dasarnya itu nyelem atau selem, yang artinya tenggelam. Tapi setelah kemerdekaan, kata keslem itu artinya lebih luas,” ucap dia.

Advertisement

 Baca Juga: Lingua Franca: Mengi

Contohnya seperti kalimat ”Jare sound horeg tapi suarane kok gak keslem,” Restu menyebut bahwa istilah tersebut sudah banyak diterapkan di daerah-daerah lain. ”Kebanyakan di pengusaha sound system, baik horeg maupun tidak,” tambah dia. 

Dari pendalaman Jawa Pos Radar Malang, istilah keslem merujuk pada desain boks subwoofer. Barang tersebut umumnya diistilahkan dengan boks keslem. (biy/by)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Lingua Franca: Mengi

Lingua Franca: Mengi

Ini adalah istilah yang masuk dalam kategori onomatope. Atau, kata yang muncul dari bunyi-bunyian. Mengi diyakini sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Lingua Franca: Kutungan, Kata yang Diadopsi dari Istilah Tubuh

Lingua Franca: Kutungan, Kata yang Diadopsi dari Istilah Tubuh

Ungkapan ini dikhususkan untuk menggambarkan bentuk kaus yang tak memiliki lengan. Kutungan berasal dari kata dasar khutung.  Dalam Bahasa Jawa, khutung berarti terpotong atau buntung. Istilah itu khusus digunakan untuk

Lingua Franca: Mecetat, Satu Kata yang Memiliki Dua Makna

Lingua Franca: Mecetat, Satu Kata yang Memiliki Dua Makna

Istilah ini punya dua makna. Pertama, mecetat bisa digunakan untuk menggambarkan kondisi barang. Opsi lainnya bisa menggambarkan perilaku seseorang. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer