KEPANJEN – Produksi padi Kabupaten Malang merosot dalam dua tahun terakhir. Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) membayangi hasil panen, sehingga berpotensi memperparah keadaan. Di tengah ancaman krisis gabah, Pemkab mencanangkan hilirisasi agar gabah petani tak dijual mentah, tetapi diolah menjadi beras lokal bernilai tambah.
Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mengungkap, produksi padi 2023 masih di angka 484.616 ton gabah kering giling (GKG). Pada 2024 merosot menjadi 403.037 ton, kemudian 2025 naik sedikit di angka 405.298 ton
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan DTPHP Kabupaten Malang Mursidin Purwanto mengatakan, rata-rata produktivitas padi 7 ton GKG per hektare. Kepanjen menjadi kecamatan dengan produksi padi tertinggi di Bumi Kanjuruhan. Namun produktivitas tersebut masih menghadapi ancaman OPT.
”Belakangan, sejumlah hama yang banyak dikeluhkan petani adalah tikus, burung, wereng, dan sundep,” kata dia.
Mursidin menjelaskan, dampak serangan OPT terhadap produksi bergantung pada tingkat serangan dan pengendalian yang dilakukan.
”Kalau ringan saja, merosot sekitar 5–11 persen kalau tidak ada usaha pengendalian. Tergantung intensitas serangannya," terang pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Untuk menjaga produktivitas, DTPHP menjalankan sejumlah program. Salah satunya pelepasan padi varietas baru, yakni Sukma. Varietas tersebut memiliki potensi produktivitas hingga 12 ton per hektare.
Pihaknya juga meningkatkan kompetensi petani muda. Caranya melalui pelatihan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembenihan, dan digital marketing. Pelatihan pertanian tematik diberikan sesuai potensi wilayah.
Selain itu, lanjutnya, DTPHP mengembangkan demplot varietas Sukma dan varietas unggul. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi petani. Demplot tanaman pangan juga dilakukan pada lahan alih fungsi, disertai intensifikasi tanaman pangan padi dan jagung seluas 39 hektare. Gerakan pengendalian OPT turut dilakukan untuk menekan potensi kehilangan produksi akibat serangan hama dan penyakit tanaman.(ram/dan)
Editor : Mahmudan