Selain sikil, di Malang juga ada istilah tokor sebagai kata ganti kaki. Istilah yang cenderung kasar itu mulai populer diucapkan tahun 1970-an.
Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati mengatakan, tokor adalah kosakata dalam bahasa Jawa lama yang condong diucapkan di wilayah Malang Raya. ”Kata itu memang tergolong bahasa kasar, seperti halnya kata congor yang dipadankan dengan mulut. Itu umum di Malang dulu, kemungkinan daerah lain juga memakai istilah itu,” kata dia.
Mengucapkan kosakata dengan konotasi kasar tampaknya sudah menjadi barang umum di wilayah kebudayaan Arekan, termasuk di Malang. Restu mengatakan, sampai tahun 1970-an, masih banyak yang mengucapkan istilah itu.
Sayangnya, kian hari tidak ada yang mengatakan istilah tersebut. ”Mulai tahun 2000-an sudah mulai menghilang. Sepertinya anak muda sekarang sudah tidak tahu kata tokor,” tambah dia. Istilah tersebut masuk dalam variasi fonetis.
Atau, perbedaan pelafalan tanpa mengubah makna. Variasi fonetis bisa berupa pergeseran huruf vokal atau konsonan. Bisa juga pergeseran artikulasi yang dipengaruhi faktor sosial, geografis, atau konteks. (biy/by)
Editor : Aditya Novrian