Tak ada istilah pasrah, apalagi menyerah bagi David Jethrokusumo di tengah badai pandemi Covid-19. Direktur PT Adi Putro Wirasejati tetap kreatif mencari peluang di tengah lesunya pesanan bodi bus. ”Selama pandemi ini, produksi memang mengalami penurunan hingga 90 persen,” terangnya saat ditemui Jumat lalu (23/10).
Terhitung sejak April lalu, pesanan produksi bus terus mengalami penurunan. ”Yang kami kerjakan di bagian produksi saat ini merupakan pesanan yang sudah masuk di awal tahun,” katanya.
Terhentinya produksi perakitan bodi bus juga mengakibatkan manajemen terus melakukan efisiensi hingga penyesuaian jumlah pegawai. David memastikan pegawai di perusahaannya tidak di-PHK, namun dirumahkan. ”Kami tetap akan meminta karyawan kami bekerja setelah pesanan kembali meningkat. Puji Tuhan mereka bisa menerima,” terangnya.
Menurut David, perusahaannya tentang memberdayakan karyawan dengan mengoptimalkan pengerjaan order yang masuk. Selain itu, sebagian karyawan juga diminta untuk melakukan perbaikan fasilitas pendukung produksi di pabrik. ”Karoseri ini kan dikenal sebagai usaha padat karya, jadi perusahaan tetap menjaga produksi serta terus berinovasi,” terangnya.
Untuk tetap bertahan di masa new normal, David mengatakan terus menggeber tim riset untuk terus bekerja dan melakukan inovasi produk baru Adi Putro. Termasuk mencari peluang dengan meracik produk di luar bisnis utamanya di perakitan bodi bus. Hanya, apa saja inovasi serta pengembangkan produk yang tengah dilakukan, David tak ingin membeber detailnya.
”Yang pasti, kami berupaya sebisa mungkin agar para karyawan ini tetap bisa bekerja,” bebernya. Dia yakin, di antara hasil riset yang dilakukan tersebut sudah bisa diproduksi secara masal awal tahun depan.
Saat ini, Adi Putro masih fokus pada produk jetbus series dengan tetap menjaga mutu dan kualitasnya. Selama pandemi ini, David mengatakan masih ada sekitar 200 unit produk jetbus series yang sudah selesai pengerjaannya, namun belum diambil pemiliknya. Meskipun begitu, dia tetap menjaga kepuasan pelanggan dengan menyimpan dan melakukan perawatan selama masih di gudang karoseri.
Pewarta: Adn Editor : Shuvia Rahma