Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu berharap, okupansi hotel di wilayahnya minimal bisa mencapai 50 pada saat libur Nataru. Menurutnya, kondisi libur Nataru tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena adanya wabah Covid-19.
”Harapan kami minimal bisa tembus 50 persen sudah bagus okupansinya di liburan nanti,” kata Sujud, Senin (21/12).
Menurutnya, tiap hotel punya kebijakan masing-masing dalam menentukan harga sewa hotel tiap harinya. Karena sebagian tamu juga ada yang meng-cancel liburannya ke Batu karena Covid-19. ”Kayaknya sulit menerapkan harga peak season. Karena permintaan nggak terlalu banyak,” ungkap dia.
Lebih lanjut Sujud menjelaskan, semua hotel di bawah PHRI Kota Batu hingga saat ini sudah beroperasi semuanya. Dimana jumlahnya ada 60 hotel. ”Semuanya sudah menerapkan protap kesehatan karena harus lolos verifikasi protokol kesehatan,” terang pria yang juga menjadi direktur Selecta ini.
Sementara itu, Markom Senyum World Hotel Batu Anita Kristina menyampaikan, di tempatnya okupansi hotel masih sekitar 40 persen hingga hari ini. Sedangkan, harga sewa kamar ada perbedaan dengan hari biasa. Dimana hari biasa Rp 638 hingga Rp 3,5 juta dan pada akhir pekan mulai Rp 1,1 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan, saat liburan Nataru ini harganya mulai Rp 999 ribu hingga Rp 15,5 juta.
”Kalau harganya berbeda dengan hari biasanya,” terang alumnus SMAN 1 Batu ini.
Pewarta: Imam Nasrodin
Editor : Editor : Hendarmono Al S.