Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UMKM Malang Disuruh Bangkit, Eh Bantuan Malah Turun

Shuvia Rahma • Minggu, 29 Agustus 2021 | 19:00 WIB
POTENSIAL: Salah satu petani kopi di Kota Batu sedang panen.
POTENSIAL: Salah satu petani kopi di Kota Batu sedang panen.
MALANG - Beban usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Malang yang ingin bangkit sepertinya masih berat. Sebab, bantuan modal (banmol) usaha dari pemerintah pusat menurun.

Tahun lalu, satu UMKM dijatah Rp 2,4 juta per bulan, tahun 2021 ini dana yang dikucurkan melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) itu menurun menjadi Rp 1,2 juta.

"Itupun kami hanya menerima sekali saja," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki beberapa waktu lalu.

Panjta menuturkan, di Kabupaten Malang ada 427.706 UMKM. Mayoritas bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin) yakni, 12.763 UMKM atau 33 persen. Kemudian urutan tertinggi kedua adalah toko sekitar 25 persen atau 9.367, lalu sektor pertanian sebanyak 6.199 atau 16 persen. Dari jumlah tersebut, 52.200 UMKM diusulkan untuk mendapatkan BPUM. Namun setelah diverikasi oleh pemerintah pusat, tidak semuanya lolos. “Namun yang terverifikasi masih separo dari yang diusulkan,” imbuhnya.

Dia menyebut, sebanyak 23.132 UMKM yang tahun ini lolos verifikasi sudah menerima pencairan di bulan Agustus ini. Jumlahnya Rp 1,2 juta per bulan.
Selain menyusutnya jatah banmol, kata Pantja, jumlah UMKM yang mendapatkan banmol juga menurun. Tahun lalu, penerimanya mencapai 35.081 UMKM. Padahal yang diajukan lebih rendah, yakni sebanyak 44.550 UMKM.(Ulf/dan/rmc)
Editor : Shuvia Rahma
#dinkop ump malang #bantuan umkm #ummkm