Anang Fatkur Rochman selaku pimpinan cabang PNM Malang menjelaskan hingga Maret 2022 ini PNM Cabang Malang tercatat telah memberikan bantuan permodalan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) dengan total penyaluran dana lebih dari Rp 371 miliar yang diterima 161.839 keluarga prasejahtera.
”Program Mekaar PNM sendiri adalah pinjaman modal perempuan prasejahtera yang memiliki usaha,” jelas Anang.
Selain program Mekaar, PNM juga memiliki program Unit Layanan Modal Mikro (PNM ULaMM) yang merupakan layanan pinjaman untuk perorangan atau badan usaha. ULaMM menjadi gerai layanan di bawah satu atap atau “One Stop Shopping” bagi para pengusaha mikro dan kecil, yang dilengkapi dengan berbagai dukungan teknis bagi peminjam. Tujuannya adalah membantu usaha mikro dan kecil agar terus berkembang sekaligus mempercepat kemajuan usahanya. Di wilayah Malang Raya, PNM telah memiliki 49 gerai layanan Mekaar dan 12 gerai layanan ULaMM.
Anang menjelaskan, ada sejumlah keuntungan bergabung dengan PNM. Seperti PNM ULaMM yang dilengkapi dengan pelatihan, jasa konsultasi, pendampingan, serta dukungan pengelolaan keuangan dan akses pasar bagi nasabah. “Jadi PNM dengan nasabah baik Mekaar dan ULaMM tidak hanya memberikan pinjaman modal usaha, tapi kami juga turut mendampingi dan memandu nasabah agar sukses dalam mengembangkan usahanya,” ungkapnya.
Pendampingan dan pemberdayaan nasabah PNM di Malang Raya melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) sudah dilakukan 158 kali selama tahun 2021. Seperti klasterisasi sektoral usaha bunga potong dan budidaya maggot (belatung/larva dari jenis lalat Black Soldier Fly) untuk ibu-ibu nasabah di Malang Raya (Kota Batu, Kabupaten Malang dan kota Malang) dalam rangka membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan bagi para nasabah PNM, sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM.
Sedangkan di tahun 2022 hingga akhir Februari, telah dilakukan PKU Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM) sebanyak 15 kali pelatihan dengan tema “Literasi Keuangan Untuk Pengusaha Wanita Ultra Mikro (UMi), sinergi antara BRI, Pegadaian dan PNM.”
Selain itu, PNM menargetkan adanya 100 Kampung Madani terbentuk pada tahun 2022 di seluruh Indonesia, termasuk di Malang. Kampung Madani merupakan program untuk desa agar mendorong potensi lokal agar dikenal oleh khalayak dan mandiri. “Menambah Gerai Mekaar dan ULaMM sekaligus memperkuat jaringan menjadi salah satu fokus di 2022,” tambah Anang.
PNM melalui program Jasa Manajemen dan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) sudah meresmikan kegiatan pemberdayaan berupa program Ruang Pintar dan pelatihan klasterisasi sektoral di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Desa ini rencananya akan dikembangkan menjadi Kampung Madani.
Sebagai informasi, hingga 11 Maret 2022 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 115 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 11,4 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.673 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 422 Kabupaten/Kota, dan 5.640 Kecamatan. (dik)
Editor : Didik Harianto